Warga Suku Laut Batam Terima Bantuan Sembako

Batam, beritakarimun.com – Sebanyak 200 warga Suku Laut di Pulau Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menerima bantuan sembako. Bantuan diberikan kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19, mereka pun menerima dengan rasa haru.

Sembako berisi beras, gula, mie instan dan susu tersebut dibagikan untuk 200 warga yang tinggal di pinggiran laut di Pulau Nipah, Kampung Tua Tiang Wangkang, Batam, Kepri.

Bantuan yang disalurkan merupakan sumbangan dari komunitas jemaat GPIB Zebulon yang dikumpulkan secara spontan.

Menurut Koordinator Zebulon Peduli, Celcon Carliston mengatakan pihaknya memilih berbagi sembako pada warga pesisir dikarenakan para nelayan juga terdampak secara ekonomi, khususnya warga yang tinggal di pedalaman (hinterland) yang jauh dari kota Batam.

“Komunitas GPIB Zebulon Batam lebih memilih pada masyarakat pedalaman seperti nelayan dan suku laut, yang keseharian mereka hidup bergantung pada pencarian di laut,” kata Celcon.

Sebelum mewabahnya Covid-19, warga masih bisa bergantung pada penjualan ikan di laut kepada pemilih restoran. Sementara para pemilik restoran apung di laut terpaksa tutup sejak mewabahnya virus Corona.

Sejumlah peraturan pemerintah pusat dan kebijakan yang di keluarkan oleh Gubernur Kepri untuk pencegahan penularan Corona. Seperti seruan physical distancing atau pembatasan sosial guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri.

Selain itu masih banyak warga pedalaman yang berhenti bekerja dari restoran terapung, ada juga warga hinterland yang berhenti bekerja di hotel dengan status dirumahkan.

“Banyak warga pedalaman berhenti bekerja dari restoran terapung, ada juga warga hinterland yang berhenti bekerja dihotel dengan status dirumahkan,”imbuh Celcon.

Disela-sela pembagian sembako, pihak Komunitas GPIB Zebulon juga mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan aturan pemerintah terkait penggunaan masker, jaga jarak(Physical Distancing) dan tetap memilih berada dirumah.

Sementara itu, Warga suku laut, Ibrahim mengaku terharu dan menangis mendapat sentuhan yang selama pandemi tidak ada dikunjungi untuk berbagi sembako.

 

Editor: Redaksi