Ditkrimsus Polda Kepri Tangkap Sindikat Penjual Telur Penyu Hijau ke Luar Negeri

Batam, beritakarimun.com – Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kepulauan Riau (Kepri) menangkap sindikat pelaku pencurian penyu hijau atau kura-kura laut.

Sebanyak 4 pelaku pria bernama Daud, Deli Jon, Alex, dan Benny Febrian ditangkap pada Senin (16/3/2020). Sementara seorang pelaku lainnya wanita inisial EN (62th) yang berperan sebagai penampung telur penyu untuk dijual bagi para tamu wisatawan di Pasar Nagoya, Kota Batam, Kepri.

Kasubdit IV Ditkrimsus Polda Kepri AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan, pengungkapan sindikat berawal dari ditangkapnya EN yang menjual telur penyu hijau dalam jumlah besar. Telur penyu laut dijual seharga Rp 20.000 perbutir.

“Berawal dari penangkapan EN yang mengaku bahwa telur penyu tersebut diperolehnya dari 4 pelaku asal Bintan dan Anambas,” kata Wiwit Ari Wibisono.

Polisi lalu menangkap 4 pelaku yang disebut EN itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, telur penyu tersebut diambil dari perairan laut Anambas dan perairan laut Bintan.

Wiwit menambahkan satwa penyu hijau laut ini dilindungi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

EN mengaku kesehariannya menjual telur penyu hijau mentah dan sebagian besar telur tersebut dalam keadaan sudah matang.

“Biasanya pembeli dari Singapura lebih minat membelinya telur mentah, untuk harga bervariasi ada harga Rp 20.000 hingga Rp 30.000,” kata EN.

Selain menangkap kelima pelaku, polisi juga mengamankan telur penyu hijau yang masih mentah sebanyak 1007 butir.

Para pelaku dijerat Pasal 40 Ayat (2) dan Ayat(4) Junto Pasal 21 ayat (2) huruf E Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana lima tahun penjara dan denda sebesar Rp 100 juta.

Editor: Redaksi