Polda Kepri Gerebek Gudang Masker Impor Terbesar di Batam

Batam, beritakarimun.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri kembali menggerebek gudang terbesar penimbunan masker impor asal China milik PT Salam Jaya Lestari yang terletak di komplek Orchid Business Centre Blok A No.8 Batam Kota, sekitar pukul 14.35 WIB, Kamis (5/3/2020) siang.

Penggrebekan yang dipimpin langsung oleh Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Hanny Hidayat menemukan adanya dugaan tindak pidana mengedarkan tanpa izin alat kesehatan jenis masker yang tidak memenuhi standar dari kementerian kesehatan.

“Saat diperiksa gudang milik PT Salam Jaya Lestari,polisi menemukan ada ribuan kotak masker dan hand sanitizer yang di impor langsung dari negara China”ujar Kombes Hanny Hidayat.

Selain mengamankan ribuan kotak besar berisi masker dan hand sanitizer,polisi juga mengamankan pemilik dan karyawan perusahaan tersebut.

“Ada 2 orang yang diperiksa yakni pemilik dan manajer perusahaan untuk dimintai keterangan terkait penimbunan masker dan hand sanitizer yang berasal dari China,polisi juga masih terus melakukan penyelidikan terhadap group perusahaan tersebut diluar kota Batam”kata Hanny.

Hanny menambahkan bahwa ditreskrimsus Polda Kepri akan menindak tegas kepada pengusaha yang sengaja menimbun masker untuk mendapatkan keuntungan besar dari situasi yang terjadi saat ini(Panic Buying).

“Saya akan tindak tegas dan tangkap pengusaha yang menimbun masker dan hand sanitizer dengan tujuan untuk mengambil keuntungan dengan cara menaikan harga dari situasi mewabahnya virus corona,hal ini sesuai arahan Presiden, jadi jangan main-main,”tegas Kombes Hanny.

Polisi langsung menyegel gudang penimbunan dengan police line dan menyita sebanyak 6.130 kotak masker berukuran besar dari berbagai merk seperti merk Non Woman Face Mask,Dust Musk,3 play smooth with elastic head loop,Face Mask,2 Ply smooth face mask with Ear loop dan paper face mask 1 play.

Akibat perbuatan para pelaku dijerat pasal 196 undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan pidana penjara 15 tahun dan denda 1,5 milyar rupiah.

Dirreskrimsus Polda Kepulauan Riau KBP Hanny Hidayat, S.I.K., M.H., mengungkap kasus tindak pidana perdagangan masker dan hand sanitizer tanpa izin di gudang milik PT. Ekasurya Mandiri, Komplek Inti Batam Business & Industrial Park Blok D No. 1-4 Sei Panas, Kota Batam,(4/3). Tersangka yang diamankan berjumlah 3 orang, masing-masing Siha selaku Direktur, Deddy Yanto selaku General Manager, dan Heriyanto selaku Komisaris.Dalam Gudang PT. Ekasurya Mandiri, ditemukan sejumlah masker merk Jackson Safety, masker merk 3M, masker merk Drager, dan hand sanitizer merk Johnson Professional, seluruhnya tidak memiliki izin usaha perdagangan dan izin penyaluran alat kesehatan, ketiga tersangka dijerat pasal 107 UU No 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dengan penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp 50 Miliar..#polisimengayomi #PoldaKepri #Kepri #Humaspoldakepri#informasipolri #PolriPromoter #PolriHumanis #TheBestPol #Polisi #Indonesia #MultimediaHumasPoldaKepri

Dikirim oleh Humas Polda Kepri pada Rabu, 04 Maret 2020

 

Editor : Redaksi