Selain Janda Bolong, Inilah Daftar Nama Tanaman Hias yang Harganya Naik Sejak Pandemi

Karimun, beritakarimun.com – Harga beberapa jenis tanaman hias merangkak naik antara tiga hingga 10 kali lipat semenjak pandemi Covid-19. Wabah yang berjangkit di Indonesia sejak Maret 2020 ini membuat sebagian orang mengisi waktu di rumah dengan berkebun.

Karantina mandiri selama pandemi menumbuhkan minat sebagian masyarakat terhadap tanaman hias. Pertumbuhan hobi ini pun diikuti dengan bertambahnya permintaan, hingga membuat harga beberapa tanaman hias kian mahal.

Antusiasme sebagian masyarakat itu mengantarkan beberapa tanaman hias menjadi primadona dengan harga selangit. Daniel R, pegiat tanaman hias pun mengakui ada tanaman-tanaman yang dulu hanya bernilai belasan hingga puluhan ribu, namun kini melonjak hingga ratusan ribu rupiah.

“Enggak cuma monstera, seluruh tanaman hias. Ada yang dulu misal harga Rp12 ribu sekarang jadi Rp100 ribuan,” kata Daniel, Senin (28/9/2020).

Berikut tanaman yang harganya naik semenjak pandemi:

Monstera
Akhir-akhir ini tanaman Monstera banyak diminati karena daunnya yang unik. Dari genus Monstera, ada beberapa spesies yang banyak diminati antara lain, Monstera deliciosa dengan daun lebar dan seperti dipotong-potong atau Monstera adansonii yang memiliki daun berlubang.

Melansir dari berbagai sumber, Monstera dulu hanya dihargai ratusan ribu rupiah. Untuk Monstera empat daun, hanya sekitar Rp100ribu. Kini Monstera dibanderol dengan harga jutaan. Bahkan belum lama ini, ‘janda bolong’ alias Monstera adansonii variegata ditebus dengan harga nyaris Rp90 juta.

Monstera adansonii variegata tersebut punya keunikan. Selain daun-daun yang berlubang, ada semburat putih seperti efek semprotan cat.

Syngonium
Syngonium berasal dari keluarga Araceae, tanaman tropis yang tumbuh di Meksiko Selatan dan beberapa wilayah di Amerika Selatan. Salah satu spesies yang cukup umum dibudidaya sebagai tanaman hias adalah Syngonium podophyllum atau hanya disebut Syngonium.

Jika Anda menilik harga tanaman ini di marketplace, rata-rata menawarkan spesies variegata. Variegata memberikan warna putih atau kuning pada daun Syngonium yang umumnya hijau. Syngonium variegata dijual dengan harga mulai dari Rp100 ribu hingga Rp700 ribu. Padahal sebelum pandemi, harga jual Syngonium hanya sekitar Rp10 ribuan.

Lidah Mertua
Lidah mertua alias Sansevieria adalah tanaman hias dengan bentuk daun-daun tegak, kaku dan bisa bertahan dalam kondisi apapun. Melansir dari Rolling Nature, lidah mertua bisa Anda jadikan tanaman ideal untuk membantu memurnikan udara dalam ruangan.

Bahkan, ketika tanaman lain mengeluarkan karbon dioksida pada malam hari, si lidah mertua masih terus memproduksi oksigen.

Menilik di beberapa marketplace, lidah mertua masih memiliki harga terjangkau dari belasan hingga puluhan ribu rupiah. Spesies Sansevieria trifasciata laurentii yang disebut lidah mertua dulu hanya dibanderol Rp4.500-Rp6.000. Kini Anda bisa menemukan jenis serupa dengan harga hampir Rp100ribu.

Sedangkan spesies Sansevieria hahnii yang mirip sarang burung dibanderol dengan harga mulai dari Rp50ribu

Aglaonema
Aglaonema alias Sri Rejeki kini juga tengah menikmati popularitasnya. Sempat ‘seksi’ pada sekitar 2006 silam, kini Aglaonema kembali diburu.

Harga yang Anda temui kini kurang lebih serupa dengan harga Aglaonema saat tenar 14 tahun silam. Per pot atau per tanaman bisa dibanderol puluhan juta Rupiah.

Aglaonema menarik minat pecinta tanaman hias karena daunnya yang berwarna cerah dan bercorak unik. Tak hanya itu, Aglaonema juga siap beradaptasi dengan berbagai kondisi ruangan.

Sesuai namanya, tanaman ini diyakini membawa ‘rejeki’ atau energi baik. Kemampuan Aglaonema menyaring polutan di ruangan barangkali jadi salah satu di antara keberuntungan itu.

Untuk memelihara Aglaonema, Anda setidaknya menyiapkan dana mulai dari Rp150ribu untuk bibitnya saja. Meski kini harganya selangit, dulu Aglaonema nyaris dilupakan dan bahkan Anda bisa menemukannya di pekarangan-pekarangan rumah.

Keladi
Tidak hanya menyoal kenaikan harga, pandemi membuat satu jenis tanaman jadi ‘naik kasta’. Adalah keladi. Tanaman yang biasanya tumbuh liar di sekitar pekarangan lembap atau got-got saluran air, kini bersolek di antara tanaman-tanaman hias lain.

Keladi sebenarnya masih satu keluarga dengan Syngonium tapi genus Caladium. Keladi umumnya tidak mempunyai batang tetapi pelepah atau tangkai daun. Keindahan keladi terletak pada lekuk, corak dan tulang-tulang daun yang menonjol dan berwarna kontras.

Di kalangan pecinta tanaman hias, keladi yang banyak diminati antara lain spesies Alocacia cuprea atau keladi tengkorak, Alocasia polly dengan daun warna hijau dan pink, Alocasia sanderiana dengan daun berwarna hijau segar dan tulang daun berwarna putih juga Caladium tricolor atau keladi dengan daun berwarna hijau dan corak pink-putih. Menilik marketplace, keladi hias dijual mulai dari Rp20ribu hingga ratusan ribu tergantung jenis.

Anthurium
Kemolekan Anthurium plowmanii alias gelombang cinta sempat bikin geger karena harganya yang mencapai puluhan juta. Kemudian ada Anthurium jenmanii dengan warna ‘jreng’ nan cantik yang harganya dipatok per daun.

Pada sekitar 2007, keduanya eksis dengan harga fantastis. Namun harga tanaman menukik tajam dari per daun bisa mencapai Rp350 ribu menjadi Rp100 ribu per tanaman.

Berkat pandemi, Anthurium kembali meraih popularitas. Di marketplace, Anthurium dipatok dengan harga mulai dari Rp45 ribu untuk bibitnya saja. Sedangkan untuk Anthurium yang berukuran besar dijual mulai dari Rp2 juta.

 

 

Editor: Codet Carladiva