532,9 Ton Ammonium Nitrate Dimusnahkan

Karimun, beritakarimun.com – Kejaksaan Negeri Karimun yang bekerjasama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau (Kepri) memusnahkan 532,9 ton ammonium nitrate hasil tangkapan Bea Cukai selama kurun waktu 2011 hingga 2018. Pemusnahan dilakukan dengan cara penimbunan dalam sebuah kolam besar di dermaga Ketapang Kanwil DJBC Khusus Kepri, Rabu (9/9/2020).

Pemusnahan barang rampasan negara tersebut dipimpin Kepala Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI, Agnes Triani didampingi Kajati Kepri Sudardiwadi, Kakanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Kajari Karimun Rahmat Azhar, Kajari Tanjung Pinang Ahelya Abustam dan pimpinan FKPD di Karimun.

Kakanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto dilokasi mengatakan pemusnahan 532,9 ton ammonium nitrate tersebut telah disepakati bersama.

Kakanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau Agus Yulianto (berita karimun)

“Sudah diadakan rapat dan disepakati bersama bahwa hari ini akan dilakukan pemusnahan ammonium nitrate, proses pemusnahan ini berlangsung paling tidak selama sehari atau dua hari dan kami berharap koordinasi dan kerjasama ini terus berlanjut khususnya terkait penegakan hukum,” ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI, Agnes Triani dalam sambutannya menyampaikan pemusnahan 532,9 ton ammonium nitrate tersebut berasal dari 10 perkara tindak kepabeanan.

“Adapun Barang Rampasan negara yang dimusnahkan berasal dari 10 perkara tindak pidana kepabeanan yang telah berkekuatan hukum tetap. Penyimpanannya berlokasi di gudang Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun dan Sebagian di Gudang PT Dahana (Persero),” kata Agnes.

Agnes menambahkan pemusnahan 532,9 ton ammonium nitrate dapat terwujud dikarenakan adanya jalinan sinergi dan koordinasi bersama.

“Terlaksananya Pemusnahan barang Rampasan negara pada hari ini, dapat terwujud melalui jalinan sinergi, komunikasi dan koordinasi kita bersama, hingga akhirnya nanti kami harapkan selesai dilaksanakan pemusnahan dengan kondisi aman dan lancar. Kalau ammonium nitrate ini tak segera dimusnahkan, maka akan menimbulkan dampak negatif di kemudian hari. Setelah adanya solusi dari tim ahli dari Mabes Polri, bahwa ini bisa dimusnahkan dengan cara dilarutkan dalam air. Karena inilah cara pemusnahan ammonium nitrate yang paling aman dan tidak menimbulkan bahaya,” jelasnya.

Agnes menyebut, pemusnahan ammnoium nitrate di belakang Kanwil DJBC Khusus Kepri ini akan dilakukan selama 2 atau 3 hari. dikarenakan, pemusnahan tidak bisa dilakukan sekaligus.

Pelaksanaan pemusnahan ini berdasarkan surat yang telah dikeluarkan oleh Kejaksanaan Agung dan Mabes Polri sebagai tindak lanjut kerjasama antara Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau bersama Kejaksaan Negeri Karimun dan Polda Kepri serta berkoodinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Karimun sebagai bentuk penyelesaian barang bukti.

 

Editor: Codet Carladiva