DJBC Khusus Kepri Berhasil Gagalkan Penyeludupan Pasir Timah

Karimun, beritakarimun.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah (Kanwil) Khusus Kepulauan Riau (Kepri) yang bekerjasama dengan Pasukan Polis Marin (PPM) Wilayah 2 Pengerang Polis Diraja Malaysia (PDRM) berhasil menggagalkan upaya penyeludupan ekspor pasir timah illegal di perairan Pengerang Malaysia sebanyak + 80 karung @50kg.

Dalam siaran pers nomor 21/WBC.04/2020 yang diterima beritakarimun.com, kepala Kanwil DJBC khusus Kepri, Agus Yulianto mengatakan, pada tanggal 18 Agustus 2020, Kanwil DJBC Khusus Kepri melakukan pemantauan adanya sebuah speed boat yang hendak melintas di sekitar Perairan Karang Galang menuju Singapura dengan muatan Pasir Timah.

“Saat dilakukannya pengejaran, ABK speed boat membuang beberapa barang bawaan mereka dan melaju ke arah perairan Malaysia. Satgas BC 1410 tetap melakukan pengejaran (hot pursuit) lalu Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau melakukan koordinasi dengan pihak PPM Wilayah 2 Pengerang PDRM agar dapat memberikan bantuan pengejaran terhadap speed boat tersebut. Kemudian Kapal Patroli RH24 PDRM ikut bergabung memberikan bantuan bersama Satgas Kapal Patroli BC 1410 untuk melakukan pengejaran,” kata Kakanwil DJBC khusus Kepri, Agus Yulianto dalam siaran persnya, Selasa (25/8/2020).

Pada saat pengejaran, kata Agus, para penyeludup mengkandaskan diri di perairan Pengerang Malaysia. Namun, dengan dibantunya pihak Kapal Patroli RH24 PDRM, speed boat beserta awak kapal berhasil diamankan.

“Pada saat pengejaran speed boat penyelundup mengkandaskan diri di Perairan Pengerang Malaysia, 1°20.449′ U / 104°8.041′ T. Selanjutnya Kapal Patroli RH24 PDRM berhasil mendekati dan menegah speed boat yang telah kandas tersebut, serta berhasil menangkap awak kapal yang berusaha melarikan diri. Lalu Satgas Kapal Patroli BC-1410 bersinergi dengan PPM Wilayah 2 Pengerang PDRM melakukan pemeriksaan atas tegahan speed boat dan muatannya,” jelas Agus.

Dalam penindakan tersebut DJBC khusus Kepri yang bekerjasama dengan Kapal Patroli RH24 PDRM berhasil mengamankan barang bukti berupa speed boat beserta ABK dan muatan pasir timah sebanyak + 80 karung @50kg dengan total perkiraan nilai RM 650.000,00.

Agus menambahkan sesuai amanat Undang-Undang No 10 Tahun 1995 sebagaimana diubah Undang-Undang No 17 Tahun 2006 Tentang Kepabeanan, bahwa DJBC memiliki tugas penegakan hukum di laut dalam lingkup pengamanan fiskal atau potensi penerimaan keuangan negara (revenue collector) serta melindungi masyarakat dari keluar/masuknya barang-barang ilegal (community protector), terutama untuk mengatasi lesunya perekonomian Indonesia yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

“salah satu upaya DJBC yang seringkali dilakukan yaitu dengan menjalin kerjasama/sinergitas dengan berbagai penegak hukum di laut baik antara instansi yang berada di dalam negeri maupun dengan instansi di negara lain, dengan harapan kerja sama ini dapat mempersempit ruang gerak para penyelundup sehingga lebih efektif dalam mengamankan penerimaan negara,” tutupnya.

 

 

Editor: Codet Carladiva