Soal Pelaporan Robiyanto, AKP Herie Pramono: Kami Tetap Profesional

Karimun, beritakarimun.com – Pelaporan Robiyanto anak kandung Taslim alias Cikok korban yang dibunuh di Jalan Ahmad Yani, Tanjung Balai Karimun pada 14 April 2002 silam, ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri terkait dugaan ketidakprofesionalan oleh Polres Karimun dibantah Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Karimun, AKP Herie Pramono, Sabtu (22/8/2020).

“Penyampaian dari pak Kapolres karimun akan tetap profesional dalam melaksanakan penegakan hukum yang berkeadilan, kemudian dari Reskrim sendiri akan tetap selalu berproses hukum yang berlaku,” kata Herie kepada beritakarimun.com, Sabtu (22/8/2020).

Saat disinggung terkait pernyataan Robiyanto yang mengklaim telah berulang kali menanyakan kelanjutan proses kasus pembunuhan ayahnya ke Polres Karimun. Namun, tak pernah mendapat jawaban, Herie mengatakan dengan tegas pihak kepolisian tetap melakukan profesional dalam penegakan hukum.

“Yang saya ketahui ada permohonan informasi perkembangan perkara tanggal 7 Agustus 2020, Kami tetap profesional dalam persoalan penegakan hukum,” katanya.

Terkait kasus ini, Herie juga mengatakan pada tanggal 17 Agustus 2020 pihak propam Mabes Polri telah datang ke Polres karimun.

“Benar sekali Roby melaporkan penyidik ke Propam Mabes Polri, pada tanggal 17 agustus 2020 propam datang ke Polres Karimun melaksanakan audit terhadap pelaksanaan tugas Satreskrim Polres Karimun, pada saat audit itu saya melaporkan. sudah saya laksanakan antara lain berikan penjelasan kepada Roby, cuma robynya belum bisa saya temui karena tidak ada ditempat, kemudian menelusuri saksi yang ada pada petikan pengadilan itu diantaranya saudara jufri, kemudian cek KTP kembali, maksimal mencari alat bukti,” jelas heri.

Baca Juga: Anak Cikok Laporkan Penyidik Polres Karimun ke Propam Polri

Sementara itu, Robiyanto mengaku membuat laporan lantaran penyidik Polres Karimun belum juga menangkap enam dari delapan tersangka pembunuhan. Laporan tersebut diterima Propam Polri dengan nomor laporan SPSP2/20165/VIII/2020/Bagyaduan tertanggal 4 Agustus 2020.

“Polres Karimun baru menangkap dan memproses hukum dua tersangka atas nama Jufri dan Lukmanul Hakim. Sedangkan, tersangka lain yang saat itu ditetapkan DPO yakni Donal Siregar, Bambang, Kahar, Dodi, dan Andi belum ditangkap,” kata Robiyanto dalam keterangannya, yang dilansir CNN Indonesia.com, Jumat (21/8/2020).

Robiyanto menyebut salah satu tersangka yang masih buron, Dwi Untung alias Cun Heng merupakan orang yang diduga memerintahkan pembunuhan terhadap ayahnya.

“Satu tersangka, Dwi Untung alias Cun Heng, yang berperan sebagai orang yang menyuruh membunuh orang tua kami masih berkeliaran dan belum diproses hukum Polres Karimun sampai saat ini,” kata Robiyanto yang dikutip dari  viva.co.id, Jumat (21/8/2020).

Robiyanto memperlihatkan laporan yang dibuatnya di Propam Polri. Dalam surat laporan itu, Robi melaporkan penyidik Polres Karimun ke Propam Polri atas dugaan ketidakprofesionalan dalam menangani kasus pembunuhan ayahnya Taslim alias Cikok (antara news/ berita karimun)

Menurut Robiyanto, mestinya penyidik menindaklanjuti putusan Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun. Putusan itu menyatakan bahwa enam orang yang diduga terlibat pembunuhan ayahnya itu telah memenuhi cukup bukti untuk dijadikan tersangka.

“Putusan nomor 30/Pen.Pid./2003/PN.TPI.TBK tertanggal 10 Maret 2003 itu telah berkekuatan hukum tetap alias inkrah. Kenapa penyidik kok tidak menindaklanjutinya,” ujarnya.

Robiyanto mengklaim telah berulang kali menanyakan kelanjutan proses kasus pembunuhan ayahnya ke Polres Karimun. Namun, tak pernah mendapat jawaban.

Lebih lanjut, Robiyanto berharap agar Propam Polri bisa menindaklanjuti laporannya sehingga keluarganya bisa mendapat keadilan dalam kasus pembunuhan ini.

“Keluarga besar menuntut suatu keadilan, karena kita merasa beliau almarhum telah dieksekusi secara brutal, dan yang menjadi pikiran kami, kenapa setelah ada penetapan surat tersangka kenapa tidak dijalankan,” katanya.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan pihaknya akan melakukan klarifikasi terhadap laporan terkait dugaan ketidakprofesionalan penyidik Polres Karimun.

“Kalau sudah laporan tentunya akan di lakukan klarifikasi, untuk mengetahui seperti apa yang dilaporkan,” kata Argo saat dikonfirmasi terpisah.

Editor: Redaksi