Ditabrak Kapal Tangker, Dua Nelayan Pelambong Desa Pongkar Terluka

Karimun, beritakarimun.com – Boat pancung jaring nelayan dengan mesin 15 PK dilaporkan telah ditabrak kapal Tangker di perairan Takong Hiu, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (21/8/2020).

“Pada Hari Jumat Tanggal 21 Agustus 2020 sekira pukul 18.00 Wib boat pancung nelayan dengan mesin 15 PK yang dinahkodai oleh korban Safi’i bersama ABK bernama Aryandi berangkat menuju perairan sebelah Barat Takong Hiu untuk menjaring ikan, sekira pukul 00.30 Wib, saat menarik jaring dari laut terlihat oleh korban Safi’i Kapal Tanker yang arah haluan ke arah boat pancung korban yang mana diperkirakan kapal tanker dimaksud menghindar dari kapal yang lainnya sehingga berputar haluan tiba-tiba ke jalur boat milik Safi’i. Sedangkan sebelumnya korban sudah menyalakan lampu navigasi warna merah dgn maksud agar kapal Tanker mengubah haluan agar tidak terjadi tubrukan,” kata Kasatpolairud Polres Karimun, Iptu Binsar Samosir kepada beritakarimun.com, Sabtu (22/8/2020) sore.

Safi’i Korban yang ditabrak kapal tangker terbaring di RSBT (berita karimun)

Lanjut Binsar, namun kapal tangker tersebut tetap berlayar meski korban sudah menyalakan lampu navigasi.

“Kapal tanker tetap berlayar ke arah boat Safi’i, sehingga menyebabkan gelombang dari kapal tanker tersebut menghantam boat pancung tersebut yang berakibat Safi’i terjatuh diaras kapal lalu terkena pada dinding kayu boat dan mengalami patah tulang rusuk sesuai keterangam korban,” jelasnya.

Sementara korban Aryandi saat peristiwa tersebut diketahui sempat melompat ke laut.

“Sedangkan ABK bernama Aryandi sempat melompat kelaut namun setelah keadaan aman kembali, Aryandi berhasil menemukan boat pancung dan naik lalu membawa Boat pancung dimaksud bersama Safi’i menuju kedarat kemudian Safi’i langsung di bawa ke RSBT untuk di lakukan pertolongan medis,” ujarnya.

Untuk mengetahui penyebab dugaan kecelakaan lalu lintas tersebut, pihak penyidik polairud Polres Karimun kini melakukan koordinasi bersama pihak-pihak terkait.

 

 

Editor: Codet Carladiva