Jalin Silaturahmi dan Bahas Pilkada Karimun 2020, PKB Temui Petahana

Karimun, beritakarimun.com – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), Nyimas Novi Ujiani bersama para pengurusnya menemui Bupati Karimun Aunur Rafiq , di Rumah Dinas (Rudin) Bupati Karimun, belum lama ini.

Pertemuan untuk kedua kalinya itu diketahui selain merajut silaturahim juga membahas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada ) 2020.

“Beliau (Aunur Rafiq) tidak asing untuk partai PKB, beliau itu senior kita, pembahasannya merajut silaturahim, pertemuan yang kedua kalinya dalam rangka menyongsong pilkada kedepan, sekitar satu jam pertemuan, saya didampingi dewan syuro, kemudian banom-banom PKB, ketua Garda bangsa, ketua perempuan bangsa, kemudian pengurus-pengurus DPC PKB,” kata Nyimas Novi Ujiani yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karimun.

Saat disinggung terkait pencalonnya di pilkada Karimun 2020, kepada beritakarimun.com, Nyimas Novi tidak membantah dan mengatakan saat ini banyak pihak yang menginginkan ia berpasangan dengan petahana.

“Tokoh-tokoh masyarakat banyak yang datang untuk minta bagaimana mendorong saya berpasangan dengan incumbent, Kan masih banyak waktu namanya politik ini punya dinamika bergerak, andai kata itu ada perubahan mengarahnya ke kita kenapa tidak kan seperti itu, walaupun saat ini kita sedang menjabat anggota DPRD saat ini sebagai pengawas kenapa tidak bisa maju untuk sebagai eksekutif,” ujarnya,  belum lama ini (13/7/2020).

Nyimas juga membeberkan jika ia mengantongi restu dari mantan Gubernur kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun untuk berpasangan dengan Aunur Rafiq di pilkada Karimun 2020.

“Ada dukungan penuh dari bang Nurdin,” katanya.

Nyimas Novi juga mengatakan tidak sedikit partai politik atau bakal calon yang menggodanya untuk bersama di pilkada Karimun 2020.

“PKB pada intinya bagaimana ikut meramaikan, Kita juga kemarin sudah ada komunikasi ke partai Gerindra kemudian partai PKS, kemudian dengan partai lainnya, kalau mereka menggoda mengajak itu hal yang biasa, sejauh ini kita belum memberikan jawaban,” ungkapnya.

Soal namanya disanding-sandingkan ke salah satu bakal calon, Nyimas mengatakan tidak mengetahui namun ia menghargai pendapat orang lain.

“Nama saya dimunculkan saya juga ndak tau itu, tapi saya menghargai pendapat bagaimana kita, berikan pendidikan jangan kita pakai emosi, pengamat-pengamat muncul kita pun tidak tau, kita juga tidak minta diamati,”pungkasnya.

 

Editor: Codet Carladiva