Perusahaan di Kundur Ekspor Bungkil dan Air Kelapa Ke Malaysia

Kundur, beritakarimun.com – Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia mendorong pihak perusahaan yang ada di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) untuk mengisi pasar ekspor. Hal tersebut dikatakan Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Imam Mujahidin Fahmid dan Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Indonesia Ali Jamil saat menghadiri pelepasan ekspor 35 ton bungkil dan air kelapa di PT. Saricotama Indonesia, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu ( 15/7/1010).

“Kedepan mungkin bisa mengembangkan industrinya nanti bukan lagi hanya bungkil kelapa yang kita kirim tapi misalnya santan kelapa atau tepung kelapa atau kelapa parut kering atau bahkan nanti minyak kelapa dan lain sebagainya, jadi artinya itu untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian kita, nanti daya belinya ke petani bisa ditingkatkan kalau sekarang perkilo 2.000 nanti dapat meningkat, atas arahan pak Menteri kita akan dorong pak Hermanto (Pemilik perusahaan PT. Saricotama Indonesia) ke barang jadi minimal setengah jadi,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Indonesia, Ali Jamil.

Ali Jamil mengatakan bahwa pihaknya sedang gencar menerapkan program gerakan peningkatan ekspor pertanian (Gratieks) yang digagas Mentan Syahrul untuk menyatukan kekuatan seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir.

“Dari Mentan sendiri ada program kita untuk ekspor namanya gratieks yakni gerakan tiga kali lipat ekspor, itu selama 4 tahun 5 tahun ke depan Pak Menteri merancang atau merencanakan ekspor kita itu harus kita capai 300 persen, standingnya adalah posisi 2019 kalau hampir 400 triliun ekspor pertanian di 2019, harapan kita tahun ke tahun itu meningkat mudah mudahan bisa kita capai 300 persen dengan 1200 triliun. Gerakan ini diharapkan mampu meningkatkan ekspor komoditas pertanian dengan cara yang tidak biasa,” katanya lagi.

Baca Juga: Dimusim Covid-19, Karimun Ekspor Kelapa ke Malaysia Senilai 1,2 Miliar

Bupati Karimun Aunur Rafiq yang juga hadir dalam pelepasan ekspor bungkil dan air kelapa tersebut mengatakan PT Saricotama Indonesia merupakan PT yang tangguh karena produksi yang dilakukan hingga saat ini masih tetap berjalan walau sedang menghadapi Covid-19.

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Imam Mujahidin Fahmid dan Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Indonesia Ali Jamil didampingi Bupati Karimun Aunur Rafiq melepaskan ekspor 35 ton bungkil dan air kelapa ke Malaysia (berita karimun)

“PT Saricotama Indonesia adalah salah satu perusahaan ekspor yang tangguh covid-19 karena pada hari ini bisa membuktikan dengan kondisi wabah covid yang berjalan mereka masih bisa mengekspor khususnya untuk kelapa dan juga kulit bakau ke Malaysia dan dapat mempekerjakan lebih kurang hampir 300 terhadap tenaga kerja, tak ada yg di PHK dan tak ada yang terpapar covid-19,” ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq dalam sambutannya.

Dikatakannya lagi, dengan tercatat sekitar 3.300 hektare lahan pertanian dengan jumlah petani lebih dari 5.176 orang dari berbagai komoditas, Pemerintah Daerah berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Karimun yang memiliki posisi strategis sebagai daerah perbatasan.

“Tentunya kami berharap dengan kedatangan staf khusus dan KaBarantan yang sudah 2 kali ke sini tentunya ke depan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan di Kementerian Pertanian, dapat membantu kami mengembangkan sektor pertanian sebagai kekuatan ketahanan pangan kita di daerah perbatasan ini, kami mampu melakukan pengembangan terhadap pertanian seperti jagung, pisang tanduk, nanas, serta bawang,” pungkasnya.

Pelepasan ekspor bungkil dan air kelapa senilai hampir setengah miliar tersebut selain dihadiri Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Indonesia dan Bupati Karimun juga disaksikan oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Kepri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Karimun, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun dan Kepala KPPBC TMP B Madya Tanjung Balai Karimun.

 

 

Reporter: Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva