Bupati Karimun Siapkan Strategi Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19

Karimun, beritakarimun.com – Guna menyelamatkan perekonomian di Kabupaten Karimun dalam menghadapi masa pandemi covid-19, Bupati Karimun Aunur Rafiq mempersiapkan jurus jitu dengan cara seimbangkan ketahanan industri dan ketahanan pangan.

Hal tersebut disampaikannya dalam rapat koordinasi bersama pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) se-Kabupaten serta pimpinan bank yang berkontribusi menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat Kabupaten Karimun yang menjadi program prioritas pemerintah seperti BNI, BRI, Bank Riau Ke. Siang

Hampir seluruh negara di dunia terkena dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Salah satu dampak langsung dari pandemic Covid-19 adanya perubahan tatanan kehidupan sosial dan perekonomian baik skala individu, rumah tangga, pelaku usaha, wilayah, negara bahkan skala dunia. Sampai saat ini vaksin atau obat Covid-19 masih belum ditemukan, sehingga tatanan atau protokoler kesehatan individu (pribadi) dan sosial sebagai upaya pencegahan (Preventif) harus tetap dilakukan.

Bupati Karimun Aunur Rafiq dalam hal ini mengubah model pembangunan ekonomi demi ketahanan hidup masyarakatnya dimasa pandemi Covid-19, menurutnya jika menggantungkan perekonomian hanya pada sektor industri saja akan berisiko bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

“Awalnya kita memang fokus bergantung pada sektor industri, namun di masa pandemi covid-19 kita tidak mau keteteran dengan lemahnya ketahanan pangan, jika industri maju dan ketahanan pangan kita lemah, itu akan bahaya, kita tidak akan bisa mandiri. Makanya kita harus seimbangkan antara ketahanan industri dan ketahanan pangan, jangan sampai nanti terjadi Pesawat tukar atau barter dengan Kedelai, itu yang kita hindari,” ungkap Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Dengan adanya pelaku UMKM yang berjumlah 9.347 se-Kabupaten Karimun, Bupati Rafiq berpendapat bahwa sektor UMKM yang didalamnya ada pertanian, peternakan, perikanan dan lainnya dapat membantu menstabilkan perekonomian di Kabupaten Karimun.

“Kita memiliki cukup banyak pelaku UMKM yang sukses dalam menggeluti usahanya, dari 9.347 yang terdata sebagai pelaku UMKM di Kabupaten Karimun, sekitar kurang lebih 6.000 pelaku UMKM telah mendapatkan bantuan KUR dari 4 Bank yang berkontribusi membantu masyarakat kecil dengan total nilai hampir setengah triliun untuk perkembangan UMKM di Kabupaten Karimun, kita sangat berterimakasih, kita juga melihat peluang UMKM karena kebanyakan usaha yang digeluti tidak berdampak pada pandemi Covid-19,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Rafiq terlihat mencoba mencari solusi dan memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada pada pelaku UMKM demi menghindari ancaman krisis pangan di Kabupaten Karimun.

“Pihak perbankan harus melihat keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan perekonomian di sektor UMKM, saya berharap ini juga menjadi semangat para perbankan agar tetap dapat berkontribusi membantu pemerintah dalam menyediakan dana KUR untuk pelaku UMKM agar dapat terus mengembangkan usahanya,” katanya.

Bupati Rafiq mengatakan bahwa pihaknya siap memberikan pembinaan atau bimbingan terhadap pelaku UMKM yang mendapatkan kendala dalam pembayaran iuran KUR.

“Kita minta pihak Bank memberikan data ke kita, kita akan lihat disektor mana yang paling banyak terjadi kemacetan, sehingga kami dari pemerintah dapat mengambil langkah untuk melakukan pembinaan agar lebih baik lagi,” jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Karimun, Muhammad Yosli menambahkan akan berupaya membantu para pelaku UMKM dalam menyelesaikan permasalahan yang ada, hal tersebut sesuai perintah Bupati Karimun.

“Tadi kita lihat permasalahan para pelaku UMKM yakni seperti kesulitan dalam membuat perizinan Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT), kita akan berupaya untuk mempermudah sehingga para pelaku UMKM dapat mengembangkan produknya agar bisa dipasarkan ke minimarket dan toko-toko, sehingga bisa kita lanjutkan ke pengurusan sertifikat halal dan izin BPOM,” ucap Yosli.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva