Bejat! Pekerja Bengkel di Karimun Cabuli Anak Tiri Bertahun-tahun

Karimun, beritakarimun.com – EW (30th), salah satu warga Sungai Lakam Timur Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun Kepulauan Riau (Kepri) ditangkap polisi. EW tega mencabuli hingga menyetubuhi anak tirinya sejak korban duduk di bangku kelas 1 SD pada tahun 2014 silam.

Pelaku EW diringkus saat sedang berada di tempat kerjanya yakni sebuah bengkel di Jalan Pelipit Kecamatan Karimun Kabupaten Karimun, Jumat (3/7/2020).

Perbuatan keji pelaku terungkap ketika korban merasa lelah dan sudah tidak tahan karena terus menerus digauli oleh ayah tirinya. Korban memberanikan diri mengadukan perbuatan ayah tirinya itu kepada tetangganya yang tak lain bibi nya sendiri.

Mendengar kabar tersebut, sang bibi melaporkan hal keji tersebut kepada ibu kandung korban.

Tidak terima dengan perbuatan keji suaminya itu, sang Ibu melaporkan hal tersebut ke Polres Karimun.

Di hadapan Kapolres Karimun AKBP Dr. Muhammad Adenan, pelaku mengaku menyetubuhi anak tirinya saat kondisi rumah sepi tanpa orang.

“Saya setubuhi dia saat rumah lagi kosong, saya ancam dia, kalau dia menceritakan ke orang lain saya bilang saya akan bunuh Ibu dan Adik kandungnya,” ungkap pelaku EW.

Sementara itu, Bibi korban bernama Eva mengatakan bahwa sebelum keponakannya menceritakan aksi bejat EW, Eva mengaku sudah sangat curiga dengan hubungan antara keponakan nya dengan ayah tirinya tersebut.

“Sebelum dia cerita ke saya, saya itu sudah curiga sejak lama, karena setiap ibunya pergi ayahnya selalu menyuruh dia (korban) untuk tetap tinggal di rumah berdua dengan ayahnya, dia juga sering disuruh pijit pijit ayahnya terus, kasian sekali, saya tak terima makanya saya laporkan ke Ibunya dan kami laporkan ke Polisi,” ungkap Eva.

Dalam hal ini, Kapolres Karimun, AKBP Dr. Muhammad Adenan mengimbau agar para orang tua kerap menjaga anak gadisnya sehingga tidak ada lagi kejadian yang sama.

“Kepada para orang tua, mari kita waspada dan menjaga anak-anak kita sehingga tidak merasakan masa depan yang suram, mari kita awasi. Guna mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya itu, Pelaku kita jerat pasal 81 dan 82 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda paking banyak 5 Miliar,” pungkas Adenan.

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva