New Normal, Petugas Mendisiplinkan Protokol Kesehatan di Bandara RHA Sei Bati

Karimun, beritakarimun.com – Menindaklanjuti hasil rapat dari gugus tugas Kabupaten Karimun, dengan sebuah program yang diusung oleh Kapolres Karimun AKBP DR Muhammad Adenan, tentang menjadikan seluruh kawasan di Kabupaten Karimun sebagai kawasan tangguh seligi covid-19 dalam mempersiapkan diri untuk hidup berdampingan bersama covid-19 pada masa new normal.

Bandar Udara Raja Haji Abdullah satu-satunya di kabupaten Karimun yang beralamat di Sei Bati, Kecamatan Tebing etrsebut kini telah menjadi kawasan Bandara Tangguh Seligi Covid-19 sejak Kamis (25/06/2020).

“Menjadikan Bandar Udara Raja Haji Abdullah sebagai kawasan tangguh seligi covid-19 merupakan tindak lanjut dari program pemerintah dalam menekan sedini mungkin perkembangan covid-19 dari pintu masuk penerbangan di Kabupaten Karimun sehingga Kabupaten Karimun tetap terjaga dan dijauhkan dari penyebaran covid-19,” ujar Kapolres Karimun AKBP DR Muhammad Adenan melalui Kapolsek Tebing Polres Karimun AKP Fian Agung Wibowo.

Sementara itu, Kepala Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Fanani Zuhri mengatakan bahwa selain mendukung program pemerintah daerah dalam menghadapi new normal, pihaknya juga mengikuti surat edaran gugus tugas nasional dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Republik Indonesia terkait peraturan penerapan protokol kesehatan dalam mempersiapkan diri menghadapi kondisi new normal.

“Untuk pelaksanaan new normal di kawasan bandar udara, kami di bandara ini di samping pelayanan publik kepada penumpang juga ada kawasan perumahan, kalau untuk kawasan publik pelayanan penerbangan kita sesuai dengan gugus tugas nasional di surat edaran nomor 7 maupun di surat edaran nomor 13 dari Dirjen Perhubungan Udara bahwa masuk kawasan ini wajib menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Fanani.

Fanani menjelaskan apa saja bentuk protokol kesehatan yang telah pihaknya terapkan sejak penerbangan aktif kembali dari tanggal 8 Juni 2020 lalu.

“Bagi para penumpang tentunya wajib mengenakan masker, kita terapkan wajib mencuci tangan serta pengukuran suhu tubuh, dari pihak KKP pertama kali akan memeriksa dokumen ataupun clearance kesehatan. Penumpang yang datang pun juga dilaksanakan tes saturasi oksigen kemudian cek kesehatan lain yang sifatnya untuk memantau bahwa yang datang dalam kondisi sehat,” jelasnya.

Sementara untuk para petugas bandar udara, Fanani mengatakan bahwa pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan dalam memberikan pelayanan terhadap para penumpang.

“Untuk kawasan perumahan kita juga menerapkan untuk pola hidup sehat dan mewajibkan menggunakan masker di luar ruangan dan mengedukasi tetang bahaya covid-19, mewajibkan kepada seluruh penghuni kawasan bandara untuk jam 10 kita keluar berjemur. Petugas penerbangan kami bulan Mei sudah laksanakan medical check up, kami dari kantor juga menganggarkan untuk memberikan multivitamin untuk menjaga stamina, personil harus sehat kemudian menggunakan masker, memakai sarung tangan, dan jaga jarak,” sambungnya.

Untuk menambah tingkat keamanan, Fanani mengatakan bahwa pihaknya rutin melakukan penyemprotan ruang tunggu hingga kendaraan yang masuk bandara dengan menggunakan cairan disenfektan.

“Sementara di ruang publik setiap ada penerbangan pagi sebelum pelayanan kita laksanakan disenfektasi seluruh ruangan dan selesai penerbangan kita selang 2 jam kemudian kita laksanakan disenfektasi lagi, bahkan untuk kendaraan yang masuk bandara pun kita lakukan disenfektasi,” tutupnya.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva