Bupati karimun Harap Bantuan Penanggulangan Covid-19 Tepat Sasaran

Karimun, beritakarimun.com – Bantuan dampak akibat wabah covid-19 tidak hanya diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, namun juga akan di berikan oleh pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Pemerintah daerah Kabupaten Karimun telah menyalurkan bantuan sebanyak 33.000 paket bahan pokok gratis kepada masyarakat yang berdampak terhadap wabah covid-19 dengan nilai 6,6 miliar rupiah, dana tersebut kita cairkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karimun, kita juga sedang menunggu paket bantuan kebutuhan pokok dari pemerintah provinsi Kepulauan Riau sebanyak 40.000 paket dengan nilai lebih kurang 12 miliar yang infonya akan dikirimkan dalam minggu ini,” kata Bupati Karimun Aunur Rafiq, Sabtu (2/05/2020).

Tidak hanya itu, bantuan dari pemerintah pusat juga akan dirasakan masyarakat Karimun.

“Kemudian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Sosial RI yang sebelumnya untuk 7.195 KK sekarang hanya untuk 7.184 KK, jumlahnya berkurang sebanyak 15 KK nilainya lebih kurang 12,9 miliar rupiah yang diberikan 3 bulan sekali. Juga ada Program Keluarga Harapan (PKH) itu ada 4.887 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini dengan E-Warung, nilainya 3,8 miliar rupiah yang diberikan setiap bulan,” jelas Bupati Rafiq.

Pemerintah Daerah juga menyediakan program sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) itu ada 7.459 KPM lagi dengan nilai 17,1 miliar rupiah. Masyarakat juga akan mendapatkan Bantuan Langsung Tunai dari dana Desa.

“Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana desa itu kita serahkan ke desa masing-masing sekitar dalam 20 miliar lebih ini sedang berproses sedang kita lakukan validasi,” ujarnya.

Selain program sembako dan uang tunai yang akan diberikan ke masyarakat, pemerintah juga mengalokasikan uang negara untuk kepentingan fasilitas kesehatan dan biaya penanggulangan wabah covid-19

“Ada kegiatan pelayanan kesehatan itu rujukan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pada RSUD Muhammad Sani, ini merupakan pergeseran anggaran dengan nilai 8,3 miliar untuk buat ruang isolasi yang sedang berproses sekarang. Kemudian tentang pencegahan dan penanggulangan covid-19 pada RSUD Muhammad Sani ada 1,9 Miliar. Lalu penanganan dan penanggulangan covid-19 kepada Dinas Kesehatan dan obat-obatan dan lainnya sebanyak 2 miliar. Juga terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan covid-19 pada OPD teknis dan juga di Kecamatan-Kecamatan yang lebih kurang ada 3,5 miliar rupiah,” sambungnya.

Dengan banyaknya program baik itu dari pemerintah pusat maupun daerah, Kabupaten Karimun mendapatkan bantuan dengan total hampir 90 miliar rupiah.

“Jadi kalau kita lihat program-program keseluruhan, bantuan-bantuan baik itu dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi kemudian program dari pemerintah daerah Kabupaten Karimun baik itu untuk program 1 tahun dan juga ada program stimulan selama covid ini berlangsung, itu ada yang 3 bulan, jadi totalnya mendekati 90 miliar yang dialokasikan dalam rangka penanggulangan covid-19 di Kabupaten Karimun,” imbuhnya.

Bupati Rafiq berharap, dengan banyaknya bantuan dalam penanggulangan covid-19 ini tidak dipersalah gunakan sehingga dapat tersalurkan dengan tepat sasaran.

“Mudah-mudahan data penerima yang tercatat tidak salah, saya berharap setelah covid-19 ini tidak ada muncul masalah lain,” tutupnya.

 

Reporter: Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva