Hina Presiden Jokowi, Pemilik Akun Armansyah Bylonk Ditangkap Polisi

Karimun, beritakarimun.com – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Karimun menangkap Armansah Alias Armansyah Bylonk (36th) karena kedapatan menghina Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di media sosial.

Menurut pihak kepolisian, Armasyah mengunggah konten yang mengandung penghinaan terhadap penguasa atau Presiden RI pada tanggal 02 April 2020 pukul 15:27 Wib, di Kabupaten Karimun.

“Pelapor atas nama Briptu Yuliana F, melaksanakan patroli cyber di sosial media Facebook kemudian pelapor melihat dan membaca postingan status dari akun Facebook Armasyah Bylonk yang berisi penghinaan terhadap Presiden Indonesia,” kata Kasatreskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono dalam keterangan release, yang didapat beritakarimun.com, Selasa (14/4/2020).

Hina Presiden Jokowi, Pemilik Akun facebook bernama Armansyah Bylonk Ditangkap Polisi (berita karimun)

Penangkapan tersebut berdasarkan laporan polisi bernomor LP-A /38/IV/2020/Reskrim tertanggal 13 April 2020. Namun, Herie tak merinci lokasi serta waktu penangkapan pelaku Armansyah Bylonk.

Dalam unggahannya, Armansyah Bylonk menuliskan sebagai berikut:

Joko Widodo yang saat ini menjabat Presiden Negara besar namun impoten, Anda yang tidak memiliki otak untuk berfikir hati untuk merasa kecemasan kegelisahan dan ketakutan akan wabah kematian, Presiden pilihan para taipan pilihan kaum munafik pimpinan abu janda Republik ini pilihan jendral-jendral dan pilihan anak-anak keturunan para penghianat PKI pada republic ini yang telah melakukan aksi kudeta berdarah 30 September 1965 namun gagal oleh kakek-kakek kami,” tulis Armansyah Bylonk di akun facebook miliknya pada tanggal 02 April 2020.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain sebuah handphone, screenshoot postingan status akun facebook.

“Barang bukti yang diamankan dari pelaku Armansyah Bylonk ialah 1 (Satu) Unit handphone merk Vivo type 1808 warna merah dan screenshoot postingan status akun facebook Armansyah Bylonk,” tutup Herie.

 

 

Editor : Codet Carladiva