Oknum PNS Tewas Ditembak Satresnarkoba Polres Bintan

Bintan, beritakarimun.com – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bintan, terpaksa melepaskan tembakan terhadap seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama SS (35th), warga Komplek Taman Harapan Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri).

Peristiwa tersebut terjadi pada 29 Maret 2020 lalu pukul 20:30 Wib.

Menurut Kasatresnarkoba Polres Bintan, AKP Nendra Madya Tias, pelaku ditembak akibat adanya perlawanan terhadap anggota polisi.

“Saat ditangkap yang bersangkutan melawan mengunakan Sajam sehingga melukai tangan kanan petugas, tersangka rebut Senpi, terjadi pergumulan dengan petugas sehingga tersangka tertembak dada sebelah kiri samping ketiak,” kata Nendra kepada beritakarimun.com, Kamis (9/4/2020) sore, melalui pesan eletroniknya.

Usai tertembak pelaku SS yang baru saja bebas 5 bulan yang lalu dari penjara dengan kasus narkotika, dibawa ke RSUP Raja Ahmad Tabib Tanjung Pinang, namun dalam perjalanan ke rumah sakit pelaku SS dinyatakan meninggal dunia.

“Tesangka SS dibawa ke RSUP Raja Ahmad Tabib Tanjung Pinang, dalam perjalanan ke rumah sakit tersangka meninggal dunia,”sambungnya.

Penangkapan pelaku SS oleh pihak polisi diawali tertangkapnya pelaku Doni di Jalan Hutan Lindung, Tanjung Pinang bersama barang bukti 4 paket sabu dengan berat 9,1 gram dan 1 paket ganja seberat 21,3 gram. Hasil pengembangan barang tersebut diketahui berasal dari pelaku SS.

“Pengungkapan kasus diawali tertangkapnya Tersangka Doni (37th) alamat Jalan Hutan Lindung Tanjung Pinang dengan barang bukti (BB) 4 paket sabu berat 9,1 gram dan 1 paket ganja 21,3 gram. Hasil pengembangan kasus, BB berasal dari Tersangka SS,” ungkap Nendra,

Dari tangan kedua pelaku polisi berhasil menyita 1 Paket Ganja seberat 1 Kg, 1 paket ganja seberat 21,3 Gram, 4 Paket sabu seberat 9,1 Gram dan 1 bilah Sajam jenis pisau.

“BB yg disita petugas dari kedua Tersangka 1 paket Ganja seberat 1 Kg, 4 paket Sabu seberat 9,1 Gram, 1 paket ganja seberat 21,3 Gram, 1 bilah Sajam jenis pisau,” tutupnya.

 

Editor: Codet Carladiva