Puskesmas Durai Terima APD Dari 2 Wakil Rakyat Untuk Tenaga Medis

Karimun, beritakarimun.com – Di tengah kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan medis, anggota DPRD Kabupaten Karimun Raja Rafiza dan anggota DPRD Provinsi Kepri Raja Bakhtiar mengambil langkah menyumbangkan APD di Puskesmas Kecamatan Durai,Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

“Benar sekali, kita dapat donasi dari anggota DPRD Kabupaten Karimun dan Provinsi Kepri baju hujan sebagai alat pelindung diri sementara menjelang alat pelindung diri yang didapat dari bantuan kementrian atau dinas kesehatan, sementara pakai itu dulu untuk menjaga keselamatan tenaga medis kita di pusksesmas Durai. Selain itu juga dapat kacamata Google safety,” ujar kepala Puskesmas Durai, Kadarullah, kepada beritakarimun.com, melalui via telepon.

Kadarullah mengucapkan terima kasih terhadap kedua wakil rakyat tersebut atas perhatiannya terhadap para medis.

“Terima kasih kami ucapkan kepada pak Raja Rafiza dan Raja Baktiar anggota DPRD kabupaten Karimun dan Provinsi Kepri atas perhatiannya terhadap kami para medis,” ungkapnya.

Dalam hal ini, Kadarullah mengatakan pasca banyaknya TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang masuk ke kecamatan Durai, pihaknya bekerja keras untuk memberikan imbauan kepada masyarakat pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)

“TKI yang masuk ke Durai cukup banyak, Iya TKI yang masuk orang Durai semua yang bekerja di Malaysia, Kita sudah berikan imbauan kepada masyarakat kecamatan Durai baik lisan maupun tidak lisan, terus kita kunjungi TKI yang baru pulang kita berikan edukasi, kita berikan pandangan bagaimana agar tidak keluar dulu selama 14 mereka mandiri untuk menyemprot rumahnya dengan disifektan,” jelasnya.

Sementara itu secara terpisah, anggota DPRD Kabupaten Karimun, Raja Rafiza mengatakan langkah yang diambilnya disebabkan tak ingin adanya tenaga kesehatan medis di Puskesmas Kabupaten Karimun khususnya di kecamatan Durai terkena wabah Covid-19.

“Kenapa kita berikan kepada tenaga medis karena untuk menjaga medis di Durai yang jumlahnya sedikit, kemudian kalau kita lihat dari jumlah dalam pemantauan kemudian masyarakatnya kan banyak, jadi paling tidak kita safety kan dulu tenaga medis jangan sampai nanti tenaga medis tertulas virus Covid-19, sehingga nanti menjadi kewalahan kita semua,” ujar Rafiza kepada beritakarimun.com, Selasa (31/3/2020) siang.

Rafiza mengatakan APD yang diberikan tidak hanya di kecamatan Durai namun akan dilakukannya juga di kecamatan Moro Kabupaten Karimun.

“Moro Inshaallah ada rencana nanti, saya sudah komunikasikan juga dengan pak camat,” katanya.

Dia menghimbau kepada masyarakat kecamatan Durai dan Moro agar mengikuti intruksi Pemerintah Daerah untuk menjaga pola hidup sehat, rajin untuk cuci tangan dan tidak keluar rumah jika tidak penting.

“Imbauan kepada masyarakat jaga kesehatan tetap berada dirumah mengikuti intruksi dari pemerintah daerah untuk tetap menjaga kesehatan kalau memang kira-kira tidak penting jangan keluar, kemudian ada teman-teman kita mungkin baru datang baru balek ke Durai, kalau bisa tetap menjaga diri, tetap istirahat dirumah sampai dengan 14 hari sehingga nanti penyebaran virus ini dapat dihentikan di karimun khusunya di kecamatan Durai.” tutupnya.

 

Editor: Codet Carladiva