Aunur Rafiq: Jam Masuknya Kita Batasi Sampai Jam 12

Karimun, beritakarimun.com – Kepulangan ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) dari negara Jiran Malaysia tercatat hingga 5.985 orang. Kepulangaan ribuan WNI dari pelabuhan Kukup Malaysia ke pelabuhan Internasional, Tanjung Balai Karimun, sangat mengkhawatirkan masyarakat Kabupaten karimun, Kepulauan Riau (Kepri), pasca Corona Virus Disease 209 (Covid-19) yang saat ini telah merebak di Indonesia khusunya di Karimun.

Menyikapi kekhawatiran atau keresahan masyarakat Kabupaten Karimun, Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan ke pihak KSOP untuk segera membatasi kapal yang masuk ke pelabuhan Kabupaten Karimun.

“Permasalahan TKI yang dari malaysia perlu saya tegaskan, saya sudah mintakan kepada KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan), saya laporkan ke pemerintah provinsi bahwa Karimun membatasi kapal yang masuk kekarimun ini, jam masuknya kita batasi sampai jam 12, tripnya kita berikan kepada mereka, di Kukup 3 trip, Puteri Harbour 2 trip dan close jam 12:00, kenapa kita harapakan penumpang-penumpang yang transit dapat melanjutkan perjalanannya ke berbagai daerah. kalau sudah melewati jam itu mereka harus menginap di sini dan itu beresiko,” ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Bupati Aunur Rafiq menggelar rapat bersama tim Gugus tugas Penanganan Covid-19 di Ruang Rapat Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun (Berita karimun)

Bupati Rafiq juga berpesan kepada para camat, Lurah, Kades hingga RT,RW untuk dapat memantau kepada para TKI asal Karimun agar dapat isolasi mandiri dirumahnya masing-masing dnegan kurun waktu 14 hari.

“Kemudian penumpang TKI dari malaysia merupakan warga negara atau penduduk Karimun saya mintakan untuk para camat, lurah, kades, RT dan RW memantau minta mereka untuk isolasi mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari dan kita pantau dengan petugas puskesmas kita apabila ada yang memiliki gejala-gejala tertentu segera dibawa ke puskesmas terdekat,” tutupnya.

 

 

Editor: Codet Carladiva