8 Nelayan Asal Moro Karimun Ditangkap di Johor Bahru Malaysia

Karimun, beritakarimun.com – Delapan nelayan asal pulau Bahan, desa Keban, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) dikabarkan ditangkap dan ditahan di Johor Bahru, Tanjung Sedili, Malaysia.

Anggota DPRD Karimun Daerah, Samsul, saat dihubungi beritakarimun.com, Rabu (18/3/2020) malam, membenarkan telah terjadi penangkapan dan penahan terhadap delapan nelayan asal kecamatan Moro di Johor Bahru, Tanjung Sedili, Malaysia.

“Peristiwa itu terjadi pada Selasa siang, 10 Maret 2020, dimana delapan orang itu awalnya memancing ikan di lokasi Batu Putih, Lagoi Bintan. Saat asyik-asyik memancing mereka tidak menyadari dan terhanyut hingga terbawa ke perairan Malaysia dan lalu ditangkap,” kata Samsul.

Mendapat kabar rekannya ditahan di negara Malaysia, pihak nelayan pulau Bahan, Desa Keban melaporkan ke pihak UPTD Pelayanan usaha perikanan Kecamatan Moro.

“Ditangkap tanggal 10 Maret 2020, jam 11 siang, terus tanggal 11 maret 2020 masyarakat buat laporan ke UPTD,” katanya lagi.

Delapan nelayan yang ditahan di Johor Bahru, Tanjung Sedili, Malaysia, dikabarkan akan disidangkan pada tanggal 25 Maret 2020.

8 Nelayan Asal Moro Karimun yang Ditangkap di Johor Bahru Malaysia (berita karimun)

“Kondisi sekarang mereka masih ditahan, dapat kabar tanggal 25 maret 2020 mereka akan disidangkan, kita khawatirnya terjadi miskomunikasi, karena mereka bukan faktor ingin masuk ke laut Malaysia, karena mereka terbawa arus dan ketidaktauan mereka mana batas,” jelas anggota DPRD Karimun Daerah pemilihan kecamatan Durai dan Moro itu.

Dijelaskannya lagi, delapan nelayan yang mengunakan 4 boat itu, saat dihubungi mengatakan belum ada yang menjenguk termasuk pihak Dubes Republik Indonesia.

“8 Orang itu ada 4 boat, 1 boat macam biasanya berisi tuk 2 orang memancing. Kita coba menghubungi orang disana dan menanyakan apakah ada pihak dubes RI datang tempat tahanan tuk menjenguk, namun hingga saat ini, belum ada yang menjenguk dan melihat, delapan nelayan yang sudah ditahan selama 8 hari itu,”ungkap Samsul.

Dalam hal ini, pihak nelayan sudah melaporkan ke pemerintah setempat, namun hingga saat ini belum ada kejelasan yang jelas terhadap nasib delapan nelayan tersebut.

“Nelayan pulau Bahan, Desa Keban, Moro sudah melaporkan ke UPTD Moro, cuma kita tidak tahu langkah apa yang dilakukan pemerintah terutama DKP perikanan, hingga saat ini belum ada kejelasan,” Sambungnya.

Dia berharap, delapan nelayan tersebut bernasib baik dan segera dibebaskan serta dapat berkumpul kembali dengan anak istrinya.

“Mudah-mudahan mereka bisa cepat bebas dan pulang kembali beserta armada nelayannya. Meminta segera dilakukan upaya hukum oleh pemerintah terutama melalui konsulat atau dubes RI yg ada di Malaysia,” tutup Samsul.

 

Editor: Redaksi