Pakai Sabu Dirumah, Oknum PNS di DPRD Karimun Diciduk Polisi

Karimun, beritakarimun.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun berhasil meringkus seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, pada Sabtu (7/3/2020) lalu.

Kasat Narkoba Polres Karimun, AKP Rayendra Arga Prayana mengatakan bahwa PNS tersebut merupakan seorang pria berumur 40 tahun berinisial SN, ia diringkus oleh anggota Satres Narkoba Polres Karimun saat berada dikediamannya sekira pukul 18.00 Wib bersama temannya RS (34th) di Komplek Timah, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.

“Saat digeledah, ditemukan barang bukti Narkotika diduga jenis shabu sebanyak 1 (satu) paket kecil dengan berat kotor 0,12 ( Nol koma dua belas ) gram dan tersangka mengaku mendapatkannya dari seorang pemuda berinisial LE (25th) yang merupakan warga Sungai Lakam Timur, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau,” ungkap Rayendra.

Rayendra, mengatakan pemuda berinisial LE tersebut sudah terlebih dahulu ia ringkus.

“Personil kita sudah lebih dulu meringkus LE sekira pukul 16.30 Wib di jalan Pramuka Kecamatan Karimun, kita mengamankan barang bukti berupa 1 Unit handphone dan 1 Unit sepeda motor dan uang sejumlah 160.000, saat diinterogasi, LE mengaku telah memberikan barang haram tersebut kepada seorang PNS inisial SN tadi, LE masih kita sangkakan sebagai kurir, masih kita periksa pakai atau tidak, kita juga masih selidiki asal dari barang tersebut,” jelasnya.

Sementara Wakapolres Karimun, Kompol Chaidir mengatakan bahwa sebagai aparat kepolisian, pihaknya tidak tebang pilih, meski yang menggunakan barang haram tersebut adalah ASN, pihaknya tetap harus melakukan pengamanan.

Wakapolres Karimun, Kompol Chaidir saat menggelar konferensi pers di depan ruang rupatama Mapolres Karimun (Nichita bella/berita karimun)

“Seorang ASN yang seyogyanya itu adalah panutan cerminan kepada masyarakat yang seharusnya jadi suritauladan malah menjadi pemakai dan pengguna jenis sabu. Mohon ini diatensi kepada seluruh jajaran, baik TNI Polri, ASN beserta instansi lainnya, kita tidak main-main dan menganggap remeh terhadap semua jenis bentuk narkoba yang ada di seluruh dunia serta siapapun penggunanya,” ungkap Chaidir.

Dalam kesempatan tersebut, Chaidir mengimbau kepada seluruh FKPD agar terus mengintruksi kepada seluruh jajaran untuk tidak lagi menggunakan narkoba

“Kita berharap, FKPD terus memberikan instruksi kepada seluruh jajarannya jangan sampai kita yang seharusnya menjadi panutan cerminan kepada masyarakat malah kita yang menjadi pelaku dan aktor narkoba ini. Ini pelajaran dan teguran keras untuk kita yang sebagai panutan masyarakat, sehingga ke depan kita sama-sama berharap tidak terjadi kembali,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, Ketiga pelaku tersebut disangkakan Pasal 114 ayat (1) Subsider 112 ayat (1) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman 4 tahun sampai dengan 20 tahun penjara atau pidana denda Rp.800.000.000 ( delapan ratus juta rupiah ) sampai dengan Rp.10.000.000.000 ( sepuluh miliar rupiah.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva