Dampak Corona, Penghuni Hotel Maximilian Menurun Drastis

Karimun, beritakarimun.com – Akibat wabah virus Corona atau Covid-19 yang sudah berkembang sangat cepat di dunia khususnya Indonesia, hal tersebut sangat berdampak terhadap bisnis perhotelan yang ada di Kabupaten Karimun Kepulauan Riau (Kepri).

Seperti halnya Hotel Maximilian yang berdiri sejak tahun 2003, yang ada di jalan Nusantara Kelurahan Tanjung Balai Kota Kecamatan Karimun Kabupaten Karimun Kepulauan Riau.

Hotel bintang tiga yang memiliki 99 kamar yang dekat dari pusat kota yang berlokasi strategis itu tercatat menurun drastis tingkat huniannya. Pasalnya, hotel tersebut biasanya banyak dihuni oleh wisatawan dari negara tetangga Malaysia dan Singapura.

Namun semenjak wabah Virus Corona yang menyebar di berbagai negara, membuat para wisatawan yang menginap di Hotel tersebut menjadi berkurang.

Manager Hotel Maximilian, Roni Susanto mengaku terkejut dengan pengunjung hotel yang bertaburan check out dari hotelnya pada Selasa (17/3/2020) Pagi.

Hotel Maximilian Menurun (Nichita bella/berita karimun)

“Semalam saya perkirakan penghuni hotel kita yang sebelumnya hingga 60 persen menurun jadi tinggal 20 persen, saya rasa itu udah sangat menurun, tapi Selasa pagi (17/3/2020) kita sangat terkejut, para tamu hotel yang berasal dari negara Malaysia juga bertaburan check out dari kamar hotel, dan sekarang tinggal 7 persen yang terdiri dari masyarakat Indonesia ,” ungkap Roni.

Menurut penelusuran Roni, yang mengakibatkan tamu Hotelnya yang berasal dari negara tetangga itu pergi karena adanya peraturan baru dari pemerintah Malaysia dan Singapura.

“Semalam tamu kita dari Singapura, katanya tanggal 16 Maret 2020 adalah hari terakhir berada di luar Singapura, infonya mau dilockdown makanya mereka bergegas pulang semalam, trus tiba-tiba hari Selasa (17/3/2020) yang dari Malaysia juga bilang bahwa pemerintah Malaysia juga mau lockdown,” ujar Roni

Kata Roni, sebelum merabaknya virus mematikan tersebut, pihaknya memiliki tamu hotel sebanyak 15 persen tamu lokal, 15 persen tamu yang merupakan warga Singapura dan 20 persen tamu dari Malaysia.

“Ya, sekarang kita tidak bisa berbuat apa apa, satu-satunya itu menghemat kors, AC atau lampu yang tak perlu ya di matikan, hotelnya kan besar, maka pengeluaran juga besar,” tutur Roni.

Roni mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini belum terfikir untuk merumahkan pekerjanya yang berjumlah 60 an orang tersebut.

” Karyawan kita ada sekitar 60 an orang yang berasal dari berbagai daerah, baik itu di pulau Karimun bahkan ada juga yang dari Pulau Parit dan Pulau Tulang, kita tak sampai hati merumahkan mereka, mending kita mencari solusi lainnya. Karena Karyawan itu adalah aset terpenting bagi perusahaan,” pungkas Roni.

Roni berharap, keadaan yang semakin buruk ini dapat dituntaskan dan mendapatkan penyelesaian yang baik.

“Kita berdoa semoga kasus ini bisa cepat tuntas sehingga Karimun aman, karena kalau begini terus jangankan karyawan, saya pun bisa terancam. Namun saat ini kita akan lebih mengutamakan kesehatan dari pada bisnis,” tutupnya.

 

 

Reporter: Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva