Ratusan Warga Pasir Panjang Unjuk Rasa di Depan PT. Karimun Granit

Karimun, beritakarimun.com – Ratusan masyarakat Sepedas Kelurahan Pasir Panjang Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri berunjuk rasa di depan PT. Karimun Granit (PTKG), Kamis (12/3/2020).

Sekitar pukul 07.15 Wib, warga yang berjumlah 150 orang berkumpul menuju Gate II depan Pos Security PT. Karimun Granite. Ratusan masa yang berkumpul terlihat membawakan sepanduk bertulis keluh kesah akibat tidak ada kejelasan nasib mereka.

Masyarakat menuntut pihak PTKG menjalankan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) serta Program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Adapun tuntutan Masyarakat Sepedas Kelurahan Pasir Panjang Kecamatan Meral, yakni Bebaskan rumah warga dari belenggu IUP PT. Karimun Granit, Perhatikan dampak blasting dengan berpedoman dengan kaidah pertambangan yang baik benar, Usut tuntas kegiatan blasting PT. KG yang merugikan warga, Menuntut seluruh anggota DPRD Karimun menggunakan hak angket untuk membentuk panitia khusus PT. Karimun Granit.

Aksi demo tersebut disambut langsung oleh Direktur Utama PT KG Agus Budiluhur. Di depan ratusan masyarakat, Direktur Utama PT KG meminta 20 orang perwakilan dari masyarakat yang berunjuk rasa untuk mendudukkan permasalahan tersebut dengan hati yang dingin.

Ratusan Warga Pasir Panjang Unjuk Rasa di Depan PT Karimun Granit (berita karimun)

Pada pukul 09.05 Wib, 20 perwakilan masyarakat dipertemukan dengan Owner PTKG yakni Amir dan Salam dan di dampingi oleh Direktur Utama PTKG Agus Budi Luhur di ruang pertemuan PT. Karimun Granite.

Salah seorang masyarakat Pasir Panjang bernama Syahmanan mengatakan bahwa ini merupakan kali pertama masyarakat sekitar Pasir Panjang melakukan unjuk rasa terhadap PTKG. Ia meminta pihak Perusahan memperhatikan hak-hak mereka sebagai masyarakat yang terkena dampak atas aktivitas perusahaan yang merugikan masyarakat.

Baca Juga: DPRD Karimun Gelar Hearing Terkait Soal PTKG

“Hari ini adalah tonggak sejarah bahwa kami warga belum pernah melakukan aksi unjuk rasa untuk PTKG. Kami tidak melarang PTKG ini tetap berjalan namun perhatikan hak-hak kami sebagai masyarakat terdampak, kami minta selesaikan konsesi IUP PTKG yang merupakan lahan masayarakat,” ungkap Syahmanan.

Selain itu, Abdullah alias Boy yang juga perwakilan masyarakat meminta pihak perusahaan memberikan solusi terhadap program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang hingga saat ini belum ditemui titik terang. Masyarakat juga meminta keterbukaan oleh pihak manajemen PT.KG.

Ratusan Warga Pasir Panjang Unjuk Rasa di Depan PT Karimun Granit (Nichita bella/berita karimun)

“Beberapa kali pertemuan yang dilaksanakan terkait masalah PPM yang hingga saat ini belum ada titik terangnya dan berikanlah solusi yang baik kepada masyarakat. Setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya saya memohon agar pihak perusahaan dapat melibatkan orang tua kami dalam hal apapun,” ujar Boy.

Direktur Utama PTKG Agus Budi Luhur mengatakan bahwa pihaknya akan berbenah memperbaiki management PTKG.

“Kami akan semaksimal mungkin melakukan komunikasi dengan baik kepada para tokoh masyarakat, kami akan benahi dan memperbaiki management PTKG untuk kedepannya,” ungkap Agus.

Terkait permasalahan pembebasan wilayah pemukiman penduduk dari IUP, Perwakilan Pemilik Saham PTKG, Salam mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa semena-mena memberi keputusan, namun musti mengikuti prosedur yang ada.

“Kami dari pihak perusahaan tidak bisa melampui dari batas kebijakan yang di ambil. Kami menunggu dari DPRD Karimun untuk berbuat dengan rencana menyampaikan kepada Dinas LH Pusat dalam penciutan Konsesi IUPK PT. KG dan ini membutuhkan proses. Sehingga jangan sampai kebijakan yang kami ambil semena-mena dapat menimbulkan adanya pelanggaran hukum. Saya akan berusaha semaksimalkan mungkin untuk mendorong Owner PTKG pusat untuk dapat mengeluarkan lahan warga dari Konsesi IUPK PTKG. Perlu di ketahui untuk melakukan pelepasan lahan dari Konsesi IUP harus melalui regulasi dan ini akan kami lakukan proses administrasinya,” jelas Salam.

Sementara, Amir yang juga Perwakilan Pemilik Saham PTKG mengatakan bahwa permasalahan yang terjadi hanyalah miskomunikasi antara masyarakat ke PTKG saja.

“Keinginan masyarakat saya rasa cukup sederhana dan persoalannya adanya miss komunikasi antara perusahaan dengan masyarakat. Hari ini kita komitmen untuk bentuk tim kecil dan setiap bulannya kita adakan pertemuan dan jika ada persoalan kita bahas di tim kecil yang kita bentuk. Mari kita saling bekerja sama dalam semua hal yang ada baik yang menyangkut perusahaan dan masyarakat,” ujar Amir.

Amir menambahkan bahwa pihaknya akan memfasilitasi pertemuan dalam upaya pihak perusahaan untuk menampung aspirasi masyarakat.

“Kami akan fasilitasi masyarakat dan mempersiapkan ruangan berikut dengan fasilitasnya di PTKG sebagai kantor kecil tim sebagai penampung aspirasi dan menjalankan progres kedepannya. Tunjuklah 5 orang sebagai perwakilan yang nantinya akan duduk di Tim kecil warga untuk management PTKG. Terhadap Tim yang di bentuk kita saling bekerja sama dalam proses kedepannya mengenai pelepasan lahan warga yang masuk dalam konsesi IUP PTKG,” pungkas Amir.

Atas penjelasan yang telah disampaikan oleh pihak perusahaan, pihak masyarakat menyetujui dan sangat kooperatif sehingga pada pukul 10.15 Wib pertemuan tersebut telah selesai.

Dalam aksi demo tersebut terlihat sejumlah anggota Polres Karimun yang dipimpin kabag Ops Polres Karimun AKP Lulik Febyantara S.I.K., MH berjaga pengamanan.

Selanjutnya perwakilan yang di tunjuk mengikuti pertemuan menyampaikan kembali kepada massa warga yang masih ada di depan gate II PT. KG tentang hasil pertemuan yang telah di sepakati antara kedua belah pihak.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva