Satnarkoba Polres Bintan Kembali Gagalkan Bisnis Narkoba Lintas Negara

Bintan, beritakarimun.com – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bintan , Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengamankan dua orang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia dan satu Warga Negara Indonesia (WNI) asal Lombok. Ketiganya diamankan karena merupakan sindikat bisnis narkoba lintas negara.

Kapolres Bintan AKBP Bambang melalui Kasat Narkoba AKP Nendra Madyatias mengatakan, ketiga tersangka jaringan narkoba internasional diamankan di tempat yang berbeda-beda.

“Yang pertama kali dilakukan penangkapan terhadap MH asal WNA Malaysia yang penangkapan dilakukan di Tanjung Uban dari tangannya kita amankan Sabu sebanyak 1 Kilo Gram, lalu dilakukan pengembangan didapatkan nama lainnya dan dilakukan pengejaran terhadap tersangka berinisial MMK ke Batam yang ditangkap di hotel Golden Get Batam. Dari tangan tersangka MMK Polisi amankan satu unit handphone yang digunakan berkomunikasi dengan rekannya serta uang tunai,” ujar Kasat Narkoba AKP Nendra Madyatias.

Tidak hanya sampai disitu, Tim Satresnarkoba Polres Bintan kembali lakukan pengembangan terhadap kedua tersangka tersebut dan berhasil mengamankan satu tersangka lainnya berinisial LM Warga Negara Indonesia (WNI) asal Lombok Timur yang ditangkap di New Hotel Batam.

“Dari ketiga tersangka mengaku menerima upah yang berbeda dimana MH menerima upah sebanyak Rp17 juta, MKK menerima upah Rp20juta sedangkan ML menerima upah sebesar Rp10 juta,” Kata Nendra.

Dari pengakuan ketiga tersangka barang haram tersebut merupakan milik AM dan AP yang merupakan Warga Negara Asing yang juga asal Malaysia, yang saat ini berada di Malaysia.

“AM yang merupakan pemilik sabu tersebut menyuruh MH untuk membawa narkoba tersebut ke Batam untuk diserahkan kepada MKK yang kemudian sabu tersebut akan di bawa tersangka LM ke Lombok dengan menggunakan pesawat yang nantinya di Lombok diserahkan kepada HR,” jelas Nendra.

Dihadapan polisi, pelaku mengaku sudah melakukan sebanyak 3 kali menyelundupkan narkoba lintas negara dengan upah yang berbeda–beda.

Akibat dari perbuatannya, ke tiga pelaku kini dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 dan atau pasal 113 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1.

 

Editor: Redaksi