Sindikat Narkoba Jaringan Malaysia di Kepri Ditangkap, Sabu 6 Kg Diamankan

Tanjung Pinang, beritakarimun.com – Tim satresnarkoba polresta Tanjung Pinang berhasil menangkap 4 kurir narkotika jaringan internasional Malaysia yaitu Er,Rs dan Bw pada Juma (06/3/2020).

Pelaku ditangkap saat sedang menanti pembeli paket narkotika dikediamannya didaerah Bengkong dan Tanjung Uncang Batam.

Polisi berhasil menyita narkotika jenis sabu seberat 6 kilo gram lebih. Diketahui narkoba jenis sabu ini berasal dari negara Malaysia.

Penangkapan dipimpin langsung kasat narkoba Polresta Tanjung Pinang, AKP Chrisman Panjaitan dengan membagi 2 tim untuk mengungkap dan membekuk para kurir yang kerap berpindah-pindah rumah.

Menurut Kasatnarkoba AKP Chrisman Panjaitan, penangkapan berawal dari informasi adanya kegiatan transaksi narkotika di Batam dengan salah seorang pemesan berinisial AS dan sedang menunggu barang haram tersebut.

“Transaksi antara kurir dan pemesan terjadi di Batam,sedangkan narkotika jenis sabunya dibawa dari daerah Senggarang Tanjung Pinang, Polisi terus melakukan pengintaian dari Tanjung Pinang sampai ke Batam, hingga akhirnya tim satresnarkoba menangkap 2 pelaku di kos-kosan nya didaerah kecamatan Bengkong dengan barang bukti 8 bungkusan teh China,” Ujar AKP.Chrisman.

Selanjutnya tim satresnarkoba dalam waktu singkat melakukan pengembangan bersama direktorat reserse narkoba Polda Kepri berhasil menangkap dua pelaku dengan barang bukti 4 bungkusan teh China didaerah Tanjung Uncang,Batam.

Setelah dilakukan penghitungan barang bukti yang diamankan dari tangan ketiga pelaku ditotal beratnya 6 kilo gram.

Saat dikonfirmasi pelaku mengaku sudah tiga kali berhasil menjual sabu asal Malaysia dengan upah sebesar 25 juta rupiah dalam setiap transaksi penjualan.

“Sudah tiga kali berhasil menghantarkan ke pemesan sabu dengan berat bervariasi ,ada yang pesan sekilo dulu, dan ada juga yang pesan dalam paket besar,”jelas pelaku Er.

Akibat perbuatan ketiga pelaku dijerat pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan pidana maksimal hukuman mati.

 

Editor : Redaksi