Soal Penolakan Renovasi Gereja di Kabupaten Karimun, Ini Kata Salah Satu Umat Gereja

Karimun, beritakarimun.com – Menyebarnya kabar persoalan Kabupaten Karimun sedang dilanda tidak kondusif terkait terbitnya izin pembangunan pembangunan Gereja Katholik Paroki Santo Joseph Kabupaten Karimun, membuat ketua Paguyuban Masyarakat Nias Indonesia (PMNI) Kabupaten Karimun, Soginoto Daeli angkat bicara, (11/2/2020) sore.

“Kami umat Katolik Kabupaten Karimun mengharapkan umat kami di luar Karimun untuk berkomentar yang terpuji, Karimun ini sudah aman dan kondusif,” ungkap Soginoto Daeli yang juga seorang umat Gereja Katolik Paroki Santo Joseph.

Kata Suginoto, terkait demo umat Islam di depan Gereja Katholik Paroki Santo Joseph yang telah viral melalui sepenggal video dan yang telah menjadi perbincangan hangat di media sosial tanah air, bukan terjadi karena umat Islam tidak toleransi terhadap pihak umat agama Katholik.

“Berhubung dengan demo-demo kemarin itu karena ada kesalah pahaman saja, ada solusi yang sebenarnya yang lebih tepat, kami harus duduk bersama, harus dialog antara kami dan pendemo, saya harap kalau duduk bersama kami akan menemukan hal-hal baik,” ujarnya.

Suginoto mengaku bahwa di Karimun memiliki pergaulan antar agama dengan sangat baik, hanya saja ada kesalahpahaman yang terjadi.

“Saya sudah 22 tahun hidup di Karimun, Karimun ini aman, tidak pernah ada perbedaan pendapat atau perselisihan antar agama, karena warga Karimun ini kalau kita menghargai budaya bumi berazam ya kita pasti aman dan damai, kami sudah merasakan itu,” jelas Suginoto kepada sejumlah wartawan.

Saat ditanya apakah umat Islam maupun pemerintah daerah melarang umat beragama Kristen membangun gereja, Suginoto membantah. Ia mengatakan bahwa di Kabupaten Karimun memiliki hampir 20 gereja yang sudah terbangun.

“Saya umat Gereja Paroki Santo Joseph sejak dulu, khusus di Karimun saya belum ada mendengar larangan membangun gereja, yang penting ada prosedurnya, bangunan gereja saja berjumlah hampir 20 di Kabupaten Karimun, menurut saya saudara kita yang berada diluar Karimun banyak yang belum tau masalah yang sebenarnya, masalah tersebut padahal bisa diselesaikan dengan sambil minum kopi,” tutur Suginoto.

Terkait izin mendirikan bangunan (IMB) yang sedang di tuntut untuk dicabut, Suginoto tidak terlalu memikirkan hal tersebut, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum.

“Kalau menurut saya gereja itu bukan dilarang, kemarin diduga pengurusan IMB itu ada yang terlangkahi,sebenarnya gampang kalau Panitia Pembangunan Gereja mau dialog dan duduk bersama dengan masyarakat setempat yang menolak. Kalau PTUN kita serahkan ke hukum lah karena dah sampai di sana kita tunggu hasilnya saja, kami sebagai umat gereja yang kami inginkan adalah kedamaian, ketenangan untuk beribadah di Kabupaten Karimun seperti yang sebelumnya saja,” pungkas Suginoto.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva