Siswa SD di Kecamatan Tebing Dipukul Oknum Guru Hingga Benjol Dikepala

Karimun, beritakarimun.com – Kekerasan di dunia pendidikan kembali terjadi. oknum guru Sekolah Dasar (SD), di jalan Harjosari, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, berinisial Z diduga memukul seorang murid bernama Hafid hingga mengalami benjol dikepala.

Merasa tidak terima anaknya dipukul hingga mengalami benjolan dikepala, seorang ibu (wali murid) Hafid mengadu ke wakil rakyat Kabupaten Karimun.

Raja Rafiza anggota DPRD Kabupaten Karimun (Codet Carladiva/berita karimun)

“Iya, Kita mendapat informasi dari orang tua murid SD di Harjosari, beliau menyampaikan pada kita, anak beliau mengalami kekerasan fisik oleh oknum gurunya.saya sudah intruksikan kepada anggota fraksi di komisi 1 untuk menindaklanjuti tentang pengaduan masyarakat,” Ujar ketua Fraksi Partai Golkar, Raja Rafiza, kepada beritakarimun.com, Senin (3/2/2020).

Dalam hal ini, Rafiza berharap peristiwa seperti ini tidak boleh lagi terjadi, oknum guru tidak boleh melakukan kekerasan fisik terhadap para siswanya.

“Harapan kami kepada semua guru yang ada di Kabupaten Karimun untuk tidak melakukan kekerasan fisik terhadap murid,” kata Rafiza.

Rahmawati, ibu dari Hafid, menceritakan pemukulan yang menimpa anaknya, berawal saat pelajaran, Senin (27/1/2020) lalu.

“Dalam kelas disuruh menyimak memperhatikan pelajaran tapi anak ini melihat kawannya lagi ngobrol, tiba-tiba gurunya datang diketoknya kepala anak saya pakai buku tema yang tebal itu, pulang sekolah anak saya mengadu, besoknya saya temui kepala sekolah saya minta penjelasan kepada kepala sekolah, terus kata kepala sekolahnya saya disuruh pulang, biar dia nanti yang ngobrol dengan walikelasnya mau dipertanyakan. besoknya saya disuruh datang kembali ke sekolah, namun tidak dipertemukan antara kami wali murid dan pihak walikelas 3 A, kepala sekolah mengatakan jika walikelas anak saya sudah mengakui bahwa dia ada mukul, namun tidak mau bertemu kami,” ungkap Rahmawati.

Rahmawati sangat menyayangkan sikap walikelas yang memukul anaknya tidak ada etikad baik mau bertemu meminta maaf.

“Kata kepala sekolah,’kemarin saya sudah panggil pak Zul saya bilang orang tuanya mau jumpa dengan pak Zul tapi pak Zul tak mau jumpa’, tidak ada etikad baik tidak mau menjelaskan kesalahan anak kita dimana, kalau memang anak kita kurang pandai tapi janganlah dia main pukul kepala, kan bisa dihukum dengan cara yang lain seperti membaca atau apalah yang tidak mengunakan kekerasan di kepala,” katanya.

Sementara itu, salah satu tokoh di Karimun, Raja Syariful, sangat menyayangkan sikap ringan tangan oleh oknum guru kepada siswanya. Dia meminta pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun untuk menegur dan bertindak tegas agar peristiwa seperti itu tidak terulang kembali di dunia pendidikan Kabupaten Karimun.

Raja Syariful tokoh Karimun (Codet Carladiva/berita karimun)

“Kami sangat menyayangkan, masih ada oknum guru yang melakukan kekerasan terhadap murid dijaman seperti ini, Kami minta dinas terkait bertindak tegas dan ditegur agar kasus kekerasan terhadap anak di dunia pendidikan tidak terus terulang,” ujar Raja Syariful.

Menurut Syariful apa yang dilakukan oleh oknum guru terseBut dapat membuat ketakutan dan trauma anak untuk menimba ilmu ke sekolah.

“Kita takut jika ini terulang kembali membuat ketakutan dan trauma terhadap diri anak sehingga anak bisa tidak mau lagi kesekolah, maka dari itu, kami meminta pihak dinas terkait untuk menegur dan bertindak tegas,” tutup Raja Syariful.

 

 

Editor: Redaksi