Peringati Hari K3, PT Timah Upaya Kurangi Angka Kecelakaan Kerja

Kundur, beritakarimun.com – Memperingati hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), PT Timah persero TBK wilayah operasional Kepulauan Riau (Kepri) dan Riau menggelar apel bersama yang dipimpin oleh Direktur Teknik dan Lingkungan/Kepala Inspektur Tambang Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (KESDM RI), Sri Rahardjo di unit produksi Kundur, Jumat (31/1/2020).

Dalam sambutanya sebagai pembina apel, Sri Rahardjo menyampaikan amanat dari Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Republik Indonesia Arifin Tasrif.

“Penerapan K3 pada Revolusi Industri 4.0 masih menghadapi banyak tantangan, salah satunya adalah kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi digitalisasi, strategi pengendalian yang lebih efektif, efisien serta inovatif dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja, kejadian berbahaya, kejadian akibat penyakit tenaga kerja dan penyakit akibat kerja sangat diperlukan ,” ungkap Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Republik Indonesia Arifin Tasrif melalui Direktur Teknik dan Lingkungan/Kepala Inspektur Tambang Dirjen Mineral dan Batu Bara KESDM RI, Sri Rahardjo.

Dalam amanat tersebut, Sri Rahardjo menyampaikan bahwa pada tahun 2019 lalu, di bidang pertambangan jumlah kecelakaan kerja semakin meningkat dibandingkan tahun 2018.

“Jumlah kecelakaan kerja di tahun 2019 kita melihat terjadi peningkatan, berdasarkan data statistik kecelakaan tambang di Indonesia pada tahun 2019 terdapat 105 pekerja tambang yang cidera berat akibat mengalami kecelakaan kerja, sedangkan nyawa yang terenggut akibat kecelakaan tambang yakni berjumlah 24 pekerja tambang,” katanya.

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap kecelakaan tambang yang merenggut nyawa pada tahun 2019 tersebut, Sri Rahardjo menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan bersama untuk dapat dibenahi.

“Kecelakaan lebih banyak ada di pertambangan dengan komoditas mineral, kecelakaan yang paling banyak melibatkan kontraktor, kecelakaan paling banyak menimpa pekerja dengan pengalaman di bawah 3 tahun, kecelakaan paling banyak terjadi di area tambang permukaan, dan penyebab kecelakaan masih berkutat pada hal yang sama seperti prosedur yang tidak dilaksanakan, standar kerja yang kurang serta kurangnya pengetahuan,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan himbauan Menteri yang merupakan sebagai pembina dan pengawas di sektor industri pertambangan agar mengevaluasi rekrutmen tenaga kerja, pembinaan dan pengembangan kompetensi serta pengawasan terhadap pekerja baru. Pembinaan rekrutmen tenaga kerja, pembinaan dan pengembangan kompetensi serta pengawasan terhadap pekerja baru.

“Kita juga mengimbau untuk optimalisasi fungsi pengawasan terhadap setiap aktivitas, dimulai dengan memetakan kebutuhan pengawas berdasarkan rasio pengawas terhadap area kerja yang ideal, pembekalan kompetensi dan leadership dari pengawas serta pemantauan dan evaluasi kerja khususnya pengawas terdepan. Selanjutnya peningkatan manajemen resiko keselamatan seluruh aktivitas baik komunikasi, konsultasi, penetapan konteks, identifikasi bahaya dan penilaian resiko, serta menginteraksikannya dengan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) mineral dan batubara sesuai dengan regulasi terbaru,” ujarnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral juga mengajak KTT, PJO, Pengawas Operasional, Pengawas Teknis, dan para pejuang keselamatan pertambangan di lapangan terus bekerja sebaik-baiknya dengan hati yang tulus untuk melindungi para pekerja tambang.

“Mari jadikan peringatan ini sebagai momentum untuk memperkuat pelaksanaan K3 secara nasional sebagai elemen penting dalam melakukan reformasi ketenagakerjaan, komitmen ini dilakukan dalam rangka membangun SDM unggul untuk mencapai Indonesia maju,” Pungkas Sri Rahardjo.

Peringati Hari K3, PT Timah Upaya Kurangi Angka Kecelakaan Kerja (Nichita/berita karimun)

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha PT. Timah Persero TBK, Trenggono Sutioso mengatakan bahwa pihaknya akan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi untuk memperbaiki lingkungan kerja sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan kerja di perusahaannya.

“Kami ikut berduka dan menyesal dengan kejadian tahun lalu yang mengakibatkan kecelakaan kerja yang fatal, kejadian tersebut tentu menjadi evaluasi bagi kami untuk memperbaiki lingkungan kerja dan standar operasi prosedur, kami juga selalu mengingat kan pada rekan karyawan bahwa keselamatan kerja itu tidak hanya sistem, namun dimulai dari diri sendiri. Ini merupakan tantangan bagi kami di PT Timah, karena selain karyawan internal kami melibatkan mitra, rekan mitra juga kami harapkan untuk selalu memperhatikan keselamatan kerja,” ujar Trenggono.

Menurut pantauan beritakarimun.com, dalam momentum peringatan bulan K3 tersebut terdapat penyerahan plakat peringatan bulan K3 nasional dari PT Timah kepada Bupati Karimun yang dalam hal ini diwakili oleh Kadisnaker Kabupaten Karimun Rupindi Alamsjah, serta kepada Direktur Teknik dan Lingkungan/Kepala Inspektur Tambang Dirjen Mineral dan Batu Bara KESDM RI, Sri Rahardjo

Kemudian penyerahan plakat penghargaan penerapan keselamatan pertambangan terbaik pada unit operasi yang dinilai dari hasil statistik kecelakaan, hasil audit SMKP, pengelola manajemen resiko dan pengembangan teknologi kepada Unit Metalurgi Muntok, Unit Produksi Darat Bangka, dan Unit Produksi Kundur.

Selain itu, dilaksanakan juga peresmian dan penandatanganan Prasasti Kundur Park dan Kebun Palawija Kundur (Kujaga) oleh Direktur Pengembangan Usaha PT. Timah Persero TBK, Trenggono Sutioso dan Direktur Teknik dan Lingkungan/Kepala Inspektur Tambang Dirjen Mineral dan Batu Bara KESDM RI, Sri Rahardjo

Dalam apel tersebut, karyawan PT Timah TBK juga memperlihatkan simulasi tanggap darurat dalam menghadapi kecelakaan kerja. Kemudian melakukan peninjauan terhadap lokasi wisata Kundur Park dan Kebun Palawija Kundur (Kujaga) yang dikelolah oleh PT Timah TBK untuk dikunjungi masyarakat secara gratis.

 

 

Reporter: Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva