Sanggar Pelangi Budaya Tampil Memukau di HUT Wisma Geylang Serai Singapura

Karimun, beritakarimun.com – Tarian Maddupa Bosara dan Tarian Angin mamiri yang merupakan tarian andalan masyarakat Bugis, ikut memeriahkan HUT ke-1 Wisma Geylang Serai, di jalan Engku Aman Turn, Singapura. Kedua tarian asal Sulawesi Selatan tersebut dibawakan oleh sanggar pelangi Budaya Studio asal Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (19/1/2020) lalu.

“Alhamdullillah, kita bersyukur bisa bawakan salah satu tarian tradisi yang ada di Indonesia, kita merasa bangga juga sanggar pelangi Budaya Studio dapat tampil di hadapan masyarakat singapura,” ujar Fenni Rahayu selaku Manager Sanggar Pelangi Budaya Studio, kepada beritakarimun.com, Selasa (28/1/2020) siang.

Fenni Rahayu mengatakan ada dua kota Indonesia yang terpilih untuk menampilkan sanggarnya di perayaan HUT ke-1 Wisma Geylang Serai tersebut. keikutsertaan sanggar Pelangi Budaya di singapura tersebut menambah daftar penghargaan serta sebagai ajang mempromosikan wisata yang ada di kabupaten Karimun agar lebih dikenal di mata dunia.

“Kita tampil pukul 1:30 waktu Singapura, rata-rata peserta tari berasal dari Singapura dan luar negara hanya 2 dari Indonesia yakni kita dari Kabupaten Karimun dan dari Padang, kita persiapkan kurang lebih 1 minggu untuk tampil di singapura, Alhamdullillah, penampilan kita disambut baik di singapura, dan kita juga dibantu promo disana, promo nama Kabupaten Karimun,” kata Fenni.

Sanggar pelangi Budaya Studio tampil di Singapura (Facebook: syzygium NGADIMANianum LENS WORLD)

Tari Maddupa Bosara merupakan tarian yang sering ditarikan pada setiap acara penting untuk menyambut raja dengan suguhan kue-kue . Tarian ini juga sering ditarikan saat menyambut tamu agung, pesta adat dan pesta perkawinan. Ini menggambarkan bahwa suku Bugis jika ke datangan tamu akan senantiasa menghidangkan bosara sebagai tanda syukur dan penghormatan.

Sementara Tari Angin mamiri Menceritakan tentang kesetiaan seorang perempuan yang sedang menunggu kekasihnya pulang melaut. Diceritakan dari tarian tersebut, sang perempuan menanti di pantai dan berharap kekasihnya segera pulang dari mencari ikan di laut. Kipas dijadikan sebagai alat dalam menarikan tarian ini. Tari Anging Mamiri menjadi salah satu hiburan masyarakat Sulawesi Selatan ketika ada sebuah pesta, acara formal hingga penyambutan tamu kerhormatan. Selain tarian, Anging Mamiri juga dikenal sebagai sebuah lagu daerah kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan.

 

 

Editor : Codet Carladiva