Soal SKD CPNS Februari 2020, Ini Penjelasan Kepala BKPSDM Kabupaten Karimun

Karimun, beritakarimun.com – Nilai ambang batas atau passing grade dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil tahun 2019 yang akan digelar pada 25 Febuari 2020 mendatang dikabarkan rendah dari nilai ambang batas tahun sebelumnya.

Pasalnya menggunakan aturan baru sesuai Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) nomor 24 tahun 2019 tentang pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karimun Sudarmadi menjelaskan, untuk SKD nantinya telah menerapkan Permenpan RB nomor 24 tahun 2019.

“Sedikit ada perubahan, khususnya untuk Passing Grade. Perubahan nilai ambang batas juga dipengaruhi komposisi soal yang berubah pada CPNS 2019, dimana Jumlah soal TWK yang awalnya 35 menjadi 30, jumlah soal TIU dari 30 menjadi 35, dan jumlah soal TKP tetap yakni 35 soal,” ujar Sudarmadi, Selasa (21/1/2020).

Untuk nilai passing grade nantinya akan berbeda dengan Seleksi CPNS tahun 2018 lalu, dimana nilai ambang batas untuk lulus ke tahapan selanjutnya pada tahun 2018 yaitu Tes Karakteristik Pribadi (TKP) harus 143, Tes Intelegensia Umum (TIU) 80 dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 75.

“Untuk CPNS tahun 2019 atau yang digelar pada Febuari 2020 nanti, nilai ambang batas untuk bisa lulus antara lain Tes Karakteristik Pribadi (TKP) harus 126, Tes Intelegensia Umum (TIU) harus 80 dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 65,” jelasnya.

Baca Juga: Seleksi Kompetensi Dasar Penerimaan CPNS Akan Digelar Akhir Februari 2020

Sudarmadi mengatakan, passing grade tersebut tidak berlaku bagi formasi khusus, yang meliputi lulusan cumlaude, penyandang disabilitas, diaspora, serta Papua dan Papua Barat. Namun, bagi formasi khusus tenaga pengamanan siber (cyber security) menggunakan nilai ambang batas tersebut.

“Kecuali untuk Cyber Security itu tetap menggunakan nilai ambang batas yang pertama,” tutur Sudarmadi.

Sementara untuk lulusan cumlaude dan diaspora, nilai kumulatif SKD paling rendah sebesar 271, dengan nilai TIU paling rendah 85. Sementara, nilai kumulatif SKD penyandang disabilitas paling rendah 260, dengan nilai TIU paling rendah 70.

Selain itu, Sudarmadi mengatakan, Pemerintah juga memberikan pengecualian nilai ambang batas SKD bagi beberapa jabatan pada penetapan kebutuhan formasi umum, seperti Dokter Spesialis, Dokter Gigi Spesialis, Dokter Pendidik Klinis, Dokter, Dokter Gigi, Instruktur Penerbang, Rescuer dan lainnya.

Seperti, Formasi jabatan Dokter Spesialis, Dokter Gigi Spesialis, Dokter Pendidik Klinis, Dokter, Dokter Gigi, Instruktur Penerbang, nilai kumulatif SKD paling rendah 271, dengan nilai TIU 80. Dan Nilai Kumulatif SKD bagi formasi jabatan Rescuer, Bosun, Jenang Kapal, Juru Mesin Kapal, Juru Minyak Kapal, Juru Mudi Kapal, Kelasi, Kerani, Oiler, Nakhoda, Mualim Kapal, Kepala Kamar Mesin Kapal, Masinis Kapal, Mandor Mesin Kapal, Juru Masak Kapal, dan Pengamat Gunung Api paling rendah 260, dengan nilai TIU paling rendah 70.

“Jika masyarakat masih belum jelas, dapat lihat Permenpan RB nomor 24 tahun 2019,” tutup Sudarmadi.

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva