HUT ke-3 PKBN, Ketua DPRD Karimun Beri Apresiasi

Karimun, beritakarimu.com – Perkumpulan Keluarga Bunga Nukak (PKBN) Kabupaten Karimun, Minggu (12/1/20/20) malam, menggelar perayaan HUT ke-3 tahun di Jalan Paya Rengas, RT 03 RW 02 Kelurahan Parit Benut Kecamatan Meral Kabupaten Karimun.

Perayaan diawali dengan penyambutan tamu agung dengan sebuah tarian tradisional dari Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama tarian Hegong.

Tari tersebut dipersembahkan untuk menjemput Ketua DPRD Kabupaten Karimun Muhammad Yusuf Sirat beserta Istrinya Ny. Herlina yang merupakan pembina dari Perkumpulan Keluarga Bunga Nukak Kabupaten Karimun itu.

Hadir bersama dalam acara tersebut yakni Lurah Parit Benut Armannunsyah, Ketua Pembauran Kabupaten Karimun Abu Samah, Ketua Kewaspadaan Dini Kabupaten Karimun Raja Ja’far, Ketua Ikatan Kabupaten Meranti, Perkumpulan Paguyuban Pasundan serta RT RW dan masyarakat setempat.

Tak jauh berbeda dengan tradisi Melayu, Perkumpulan Keluarga Bunga Nukak menyuguhkan tarian sekapur sirih untuk para tetamu yang diberi nama tarian Bako Wua Taa, namun sirih yang dipersembahkan diletakkan dalam bakol daun nipah yang didalamnya terdapat daun sirih, pinang, kapur, dan tembakau.

Usai tarian sekapur sirih, PKBN memberikan cendramata berupa kain tenun bernama lipa kepada Ketua DPRD dan kain utan kepada Helrlina Yusuf tersebut sebagai bentuk kekeluargaan dan penghormatan.

Ketua DPRD Kabupaten Karimun, Muhammad Yusuf Sirat dalam sambutannya mengaku terharu karena disambut secara hangat oleh keluarga besar PKBN. Ia juga tak menyangka perkumpulan suku Flores tersebut kekeluargaannya bisa bertahan hingga 3 tahun.

“Saya sangat terharu dengan sambutan hangat yang telah diberikan, saya tidak menyangka perkumpulan ini bisa bertahan, saya takutnya kandas sampai usia 2 tahun saja, tapi ternyata perkumpulan ini terbukti dapat berjalan hingga sekarang, saya bangga,” ungkap Muhammad Yusuf Sirat.

Sebagai pembina, Yusuf Sirat memantau perkembangan kekeluargaan yang terjalin dalam perkumpulan tersebut, menurutnya terdapat suatu peningkatan serta kesepakatan yang telah ditetapkan terdahulu berjalan dengan baik.

“Dalam pemantauan kami baik atas nama lingkungan, pribadi dan pemerintah daerah melalui lembaga yang kami pimpin kami banyak melihat nuansa baru progres dan peningkatan, sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan dan disepakati dalam melaksanakan program,” ujarnya.

Dari tiga program pokok yang pernah disampaikan agar dapat dilaksanakan, kini telah diupayakan semaksimal mungkin oleh PKBN Kabupaten Karimun.

“Tidak ada lagi kita dengar anggota Bunga Nukak yang terlibat kejahatan kekerasan di lingkungan, dalam rumah tangga maupun terhadap anak yang berujung hukuman, kemudian kita tidak mau dengar ada keluarga Bunga Nukak yang terlantar sakit di dalam rumah dan sekarang Alhamdulillah mereka sudah terdata dalam asuransi kesehatan masyarakat kurang mampu maupun BPJS yang sedang digalakkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Di Kelompok PKBN, Yusuf Sirat juga melihat nilai tambah dalam bidang kesenian yang telah memunculkan kembali kesenian budaya Flores baik itu dari daerah Flores Timur maupun Flores Barat yang telah ikut serta dalam event pemerintah.

“Dalam pemberantasan narkoba walaupun kelompok kita kecil, yang kecil ini yang menggerakkan, mari saling mengingatkan, kita nilai sekarang tidak ada lagi anak kita yang menjadi korban dan terlibat dalam kejahatan narkoba, secara bertahap mereka sudah bekerjasama dengan BNN Karimun dalam sosialisasi, kami sangat mengapresiasi, PKBN wajib pertahankan, tetap jaga kerukunan dan saling menghormati,” pungkas Yusuf.

Sementara, Sebastianus Sidia yang merupakan Ketua PKBN mengucapkan terimakasih kepada pemerintah serta masyarakat Kabupaten Karimun yang telah menerima sukunya untuk berdampingan hidup bersama di Kabupaten Karimun

“Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh masyarakat secara khusus di RT 03 RW 02 Kelurahan Parit Benut Kecamatan Meral Kabupaten Karimun atas kebersamaan kita sehingga kami merasa nyaman tinggal di Karimun. Lika-liku percobaan datang silih berganti, tantangan selalu datang, terimakasih masyarakat telah menerima kami di Bumi Berazam ini. Kami akan terus merajut kebersamaan dalam bingkai NKRI,” ujar Sebastian.

Dalam perayaan, PKBN yang terdiri dari 26 keluarga yang kurang lebih 100 jiwa tersebut menyuguhkan musik kampung Bunga Nukak yang menggunakan dua alat musik tradisional bernama Gong Waning dan Musik Kampung Peninggalan Bangsa Portugis yang dimainkan oleh 7 orang pemuda Flores, bahkan Ketua DPRD pun terlihat senang sehingga ikut memainkan alat musik yang unik tersebut.

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva