Usai Ditangkap, Pemilik Akun Oppie Kepri Menyesal Telah Menghina Institusi Polri

Karimun, beritakarimun.com – Pelaku penghinaan terhadap institusi Polri bernama Nofrizan alias Oppie Kepri di Media Sosial (Medsos) Facebook akhirnya menyesali perbuatannya setelah di amankan Tim Macan Hitam Polres Karimun.

Pria yang belum menikah tersebut mengakui jika unggahannya di grup facebook ‘Balai Kampung Kite’ hanyalah gurauan semata.

“Itu hanya begurau becanda, tak ada niat ape-ape, spontan aja,” ujar Oppie di Mapolres Karimun, Jumat (10/1/2020) sore.

Ia tidak menyangka postingan yang dianggapnya gurauan alias candaan di Medsos berujung penjara.

“saye tak tahu bisa sampai seperti ini, kedepan saye akan berubah, tak macam ini lagi,” kata oppie.

Baca Juga: Hina Polisi di Facebook, Seorang Pria Diciduk Tim Macan Hitam Polres Karimun

Sementara itu, Kasatlantas Polres Karimun, AKP Teuku Fazrial Kennedy mengatakan sangat berterima kasih dengan pihak Satreskrim Polres Karimun yang cepat merespon terkait unggahan penghinaan terhadap institusi Polri.

“Tak tau maksud dan tujuan yang bersangkutan sebelum didalami kasat Reskrim yang jelas hal ini berdampak kepada seluruh polisi di seluruh Indonesia, karna yang disampaikan di situ kan polisi lalu lintas, berarti seluruh polisi lalulintas seperti itu, makanya kami berterimakasih atas upaya dari satreskrim yang telah mengamanan pelaku,” ujar Teuku Fazrial Kennedy.

Dalam hal ini, Kennedy berpesan kepada masyarakat Karimun pengguna Medsos Facebook, Twitter, Instagram dan Whatsapp untuk berhati-hati dalam menulis atau mengunggah di dunia maya.

“Hati hati, biasanya mulutmu harimaumu, sekarang bertambah menjadi jarimu adalah harimaumu,” ujar Kennedy.

Akibat ulahnya, Oppie Kepri kini harus berurusan dengan hukum dan terjerat dengan Pasal 207 KUHP yang berbunyi Barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau badan hukum yang ada di Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

 

 

Editor: Redaksi