Hina Polisi di Facebook, Seorang Pria Diciduk Tim Macan Hitam Polres Karimun

Karimun, beritakarimun.com – Pelaku dugaan penghinaan terhadap institusi Polri bernama Nofrizan di Media Sosial (Medsos) Facebook, Jumat (10/1/2019) terciduk Tim Macan Hitam Polres Karimun.

Nofrizan pemilik akun medsos Facebook bernama Oppie Kepri diamankan Tim Macan Hitam Polres Karimun di rumahnya di kawasan Kampung Bukit Meral, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.

Nofrizan alias Oppie Kepri diketahui telah mengunggah foto petugas polantas yang sedang razia di grup facebook ‘Balai Kampung Kite’. Dalam unggahan foto tersebut terlihat dua orang polisi lalu lintas yang dikasi meme dengan tulisan nyari duit buat makan siang.

Pelaku Oppie diamankan Tim macan Hitam Polres Karimun dan screenshoot unggahan Pelaku di Facebook (berita karimun)

Tidak sedikit para netizen berkomentar, mengingatkan dikolom foto milik Oppie Kepri untuk segera dihapus. Namun tidak dihiraukan pria kelahiran 1982 tersebut.

Kapolres Karimun AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto melalui kasatreskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono, saat dihubungi beritakarimun.com, Jumat (10/1/2020) sore, membenarkan telah diamankan satu orang bernama Oppie dikediamannya dikawasan Baran, Kecamatan Meral.

“1 orang yang kita amankan atas nama Oppie, diamankan dirumahnya depan bea cukai Baran,” ujar Herie.

Heri mengatakan pelaku Nofrizan alias Oppie akan diproses lebih lanjut oleh pihaknya karena diduga menghina institusi polri dan kini dijerat dengan pasal 207 KUHP.

“Pelaku dijerat pasal 207 KUHP, saat ini sedang dalam proses,” ungkap Herie.

Mantan Wakasatreskrim Polresta Barelang ini mengingatkan kepada seluruh masyarakat Karimun khususnya para pengguna Medsos baik Facebook, Twitter, Instagram dan Whatsapp agar berhati-hati dan bijak dalam pengunaannya.

“Masyarakat diharapkan bijak dalam mengunakan media sosial,” tutup Herie.

Akibat ulahnya, Nofrizan alias Oppie Kepri kini harus berurusan dengan hukum dan terjerat dengan Pasal 207 KUHP yang berbunyi Barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau badan hukum yang ada di Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

 

Editor: Redaksi