Posko Angkutan Laut Nataru 2020 Resmi Ditutup, Penumpang Karimun Naik 9,24 Persen

Karimun, beritakarimun.com – Posko angkutan laut Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Naratu) di Karimun resmi ditutup oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Balai Karimun pada Kamis (9/1/2020).

Penutupan tersebut dilaksanakan dalam apel yang ditandai oleh pencopotan pita dan tanda posko angkutan laut Nataru 2020 yang disaksikan oleh peserta apel yang terdiri dari berbagai instansi terkait di halaman KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun.

Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun Capt. Barlet MM mengatakan, posko angkutan laut Nataru yang berlangsung sejak 18 Desember 2019 hingga 8 Januari 2020 merupakan wujud nyata kesiapsiagaan aparat instansi terkait yang terlibat langsung sehingga terwujud kelancaran dan keamanan serta kenyamanan angkutan laut khusus angkutan penumpang di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun .

“Keberhasilan Posko angkutan laut selama liburan Nataru ini ditentukan adanya kerjasama dan koordinasi yang baik antara instansi yang terlibat langsung maupun tidak langsung, saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam posko terpadu pada posko angkutan laut natal 2019 dan tahun baru 2020 di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun sehingga terlaksana tanpa kendala yang berarti,” ungkap Capt. Barlet.

Barlet mengatakan, untuk tahun ini jika dibandingkan dengan angkutan laut Natal tahun 2018 dan tahun baru 2019 terdapat kenaikan sebesar 9,24 persen secara umum, aman, lancar dan terkendali serta tidak ada kejadian yang menonjol selama pelaksanaan posko.

“Total penumpang naik turun tahun ini terdapat sebanyak 322.501 orang, mengalami peningkatan sebanyak 9,24 persen di banding tahun sebelumnya, namun lebih banyak penumpang yang pulang kampung dari pada yang berangkat, sementara penumpang terbanyak yakni penumpang tujuan Sekupang Batam sebesar 43.417 orang, kedua tujuan Selat Panjang dan yang ketiga Barbour Bay Batam,” jelas Barlet.

Ia berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karimun untuk tetap mementingkan fungsi keselamatan berlayar dan tidak memaksakan diri apabila tidak memungkinkan untuk melakukan suatu perjalanan.

“Kita berharap masyarakat punya pemahaman yang baik untuk keselamatan berlayar dan jangan memaksakan diri apabila tidak memungkinkan untuk melakukan suatu perjalanan. Apabila di anggap ragu jangan meneruskan perjalanan, lebih baik kita tidak berangkat dari pada tidak pernah kembali,” tutupnya.

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva