Kepala KSOP Karimun Himbau Operator Kapal

Karimun, beritakarimun.com– Antisipasi terhadap lonjakan penumpang pada libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kelas I Tanjung Balai Karimun, Ir. Junaidi, mengimbau kepada pihak operator kapal untuk lebih waspada dan meningkatkan aspek keselamatan pelayaran.

Hal tersebut menurutnya bertujuan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lancar, aman, selamat, tertib dan nyaman.

“Saya selaku penyelenggara pelabuhan, berpesan kepada seluruh operator untuk lebih waspada meningkatkan aspek keselamatan pelayaran dengan memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang. Kelayakan kapal sangat diutamakan, tidak memaksakan untuk mengangkut penumpang melebihi kapasitas yang telah ditetapkan, dan tentu memperhatikan cuaca maritim,” ujar Junaidi.

Baca Juga: KSOP Karimun Gelar Apel Kesiapan Angkutan Laut Nataru

Seperti diketahui bersama, keadaan cuaca pada akhir tahun menjelang awal tahun terlihat agak ekstrim, pihak KSOP akan melakukan penundaan keberangkatan kapal dan tidak mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) hingga kondisi cuaca dapat dilayari kembali

“Kepada para operator kapal, kita harapkan agar lebih memperhatikan cuaca maritim, berhati-hati didalam bernavigasi dan juga pada kondisi tertentu, cuaca yang kurang baik supaya dapat dihindari, dan selalu juga berkomunikasi dengan kapal-kapal lainnya yang sedang berlayar, kita juga selalu berkoordinasi dengan pihak BMKG untuk mengetahui berita cuaca maritim,” pungkas Junaidi.

Baca Juga: Pelabuhan Karimun dan Kundur Masuk dalam Prediksi Jumlah Penumpang Tertinggi

Sesuai yang diamanatkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Republik Indonesia, R. Agus H. Purnomo, pihak operator pelabuhan juga wajib memberlakukan sterilisasi pelabuhan dengan melengkapi x-ray dan metal detector untuk memastikan tiket penumpang dan barang bawaan sesuai dengan manifest serta tidak melebihi kapasitas angkut.

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva