Otak Pelaku Curanmor di Baran Meral Diciduk Polisi

Karimun, beritakarimun.com – Seorang warga Kelurahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) bernama Doyok berhasil diringkus oleh anggota Polsek Meral Polres Karimun di kawasan Bukit Tembak Kelurahan Sungai Pasir Kecamatan Meral, Jum’at (6/12/2019) Malam.

Penangkapan Doyok diawali dengan laporan seorang warga Baran II Meral bernama Thiang Hian yang mengaku kehilangan sebuah motor pribadinya dengan merk Yamaha Mio berwarna merah marun dengan nomor polisi BP 6285 KK yang hilang diparkir depan rumahnya pada Senin (2/12/2019) Sore.

Awalnya pihak Polsek Meral mengamankan dua orang pelaku yang diberi tugas untuk mencuri motor tersebut.

Menurut keterangan dari kedua pelaku yang berinisial RT dan WA, mereka diminta oleh Doyok untuk mengambil motor tersebut. Kepada pelaku RT dan WA, Doyok mengaku jika motor tersebut miliknya. Usai mengambil motor tersebut, Doyok memberikan upah kepada RT dan WA sebesar 25.000 sebagai uang minyak.

Kedua pelaku RT dan Wa pun diamankan pihak Polsek Meral. Kedua pelaku baru mengetahui jika motor yang ia ambil itu bukan milik Doyok melainkan motor milik Thiang Hian.

Polisi pun melakukan penyisiran diberbagai lokasi persembunyian Doyok. Ia pun tertangkap dikawasan Bukit Tembak bersama hasil barang curiannya.

“Kita berhasil meringkus tersangka di Bukit Tembak Kelurahan Sungai Pasir Kecamatan Meral, Jum’at (6/12/2019) pukul 7 malam,” ungkap Kapolsek Meral AKP Doddy Santosa Putra melalui Kanit Reskrim Polsek Meral Polres Karimun Ipda M Fachri.

Fachri menjelaskan polisi mengamankan barang bukti berupa motor yang sudah berubah warna.

“Dari tangan tersangka kita berhasil mengamankan 1 unit sepeda motor merk Yamaha Mio yang nomor mesinnya sama dengan motor milik Thiang Hian, namun sudah dicat oleh tersangka menjadi warna putih,” kata Fachri.

Sementara itu tersangka Doyok kepada beritakarimun.com mengaku terpaksa melakukan hal tersebut karena tidak memiliki motor.

“Saya terpaksa, karna saya tak punya motor untuk kerja, saya sudah setengah bulan menganggur, saya punya anak 1 yang harus saya hidupi, sebelumnya saya bekerja sebagai buruh harian lepas,” ungkap Doyok.

Doyok mengaku sengaja merubah warna motor milik Thiang Hian agar tidak diketahui sebagai motor curian.

” Sengaja saya cat warna putih, plat nomornya pun saya tak pasang, supaya tak ketahuan. Saya tak kenal sama 2 orang anak itu, saya hanya minta tolong dan bilang mau kasi uang minyak Rp 25.000. Saya tak pernah intai sebelumnya, hanya kebetulan lewat dan liat motor itu,” ujar Doyok.

Dengan tertunduk lesu, Doyok mengatakan sangat menyesal apa yang telah ia perbuat.

” Saya tau perbuatan saya ini salah, dan saya sangat menyesal,” tutup Doyok.

Pepatah mengatakan nasi telah menjadi bubur. Akibat dari perbuatannya, Doyok dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP Pidana.

 

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva