Bupati Karimun Tegaskan Perusahaan Wajib Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Karimun, beritakarimun.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) menyambut baik atas investasi yang dilakukan PT China Communication Contsruction (CCC), yang tak lain anak perusahaan dari PT Grace Rich Marine (GRM), di Kabupaten Karimun.

“Atas nama pemerintah, kami mengucapkan selamat kembali melakukan aktivitas di Karimun, perusahaan PT.CCC ini sudah tidak diragukan lagi keberadaannya. Sekarang sudah diperpanjang izinnya dari Kementerian Perhubungan. Semoga terus dapat melaksanakan aktivitas proses pembangunan dengan lancar di Karimun,” ungkap Bupati Karimun Aunur Rafiq dalam Launching Meral Integrated Maritime Industry, di kawasan Sungai Raya, Kecamatan Meral. Kamis (12/12/2019).

Bupati Rafiq berharap dengan adanya PT.CCC ini dapat membuat bangkit prekonomian yang sempat lesu dalam setahun terakhir.

Mudah-mudahan dapat berkelanjutan dan dapat memberikan iklim yang segar bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karimun, terlebih beberapa tahun belakangan ini telah terjadinya kelesuan investasi di berbagai daerah seperti Bintan, Batam dan termasuk Kabupaten Karimun,” kata Bupati Rafiq.

Dalam hal ini, Bupati Rafiq juga berpesan agar pihak perusahaan berkomitmen dan wajib menyerap pekerja yang berasal dari Kabupaten Karimun.

“Satu hal yang paling penting, Utamakan pekerja lokal 70 persen. Kalau 30 persen lokal, 70 persen orang luar mendingan tak usah lah ke sini, dari pada pening kepala kami. Malah orang luar yang menikmati,” ujar Bupati Rafiq.

Baca Juga: Investasi Rp700 Miliar di Karimun, PT.CCC Bakal Serap Puluhan Ribu Pekerja

Sementara itu, Presiden Direktur PT China Communication Contsruction (CCC) mengatakan alasan pihaknya melakukan investasi di Kabupaten Karimun dikarenakan lokasi nya sangat baik dan menarik.

“Karena lokasi geografis nya yang baik, terletak di sisi selatan selat Malaka, berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, dan merupakan simpul penting yang menghubungkan Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa dan Afrika,” ungkap Li Guohui.

Selain itu, Li Guohui mengatakan perekonomian di Indonesia juga merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di Asean.

“Terkait ekonomi, Indonesia juga merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di Asean. Jumlah penduduk dan struktur usianya memiliki kelebihan dan potensi yang besar, politiknya juga stabil. Tahun lalu stasiun TV di Tiongkok telah melakukan kunjungan di Tanjung Balai Karimun , dan Bapak Bupati Karimun pun telah menjadi selebriti di Tianjin Tiongkok. Ini membuktikan betapa pentingnya proyek ini di Tiongkok,” kata Li Guohui

Atas nama perusahaan Li Guohui berjanji, bahwa selama pelaksanaan konstruksi dan operasi perusahaan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mematuhi peraturan perundang-undangan Indonesia yang berlaku serta menghormati budaya setempat .

“Dalam proses pengerjaan konstruksi, kami akan memasuki peralatan dan teknologi canggih internasional di proyek ini. Kami juga akan menciptakan banyak lapangan kerja untuk penduduk setempat untuk bergabung dengan tim kami bekerja sama untuk pengembangan perusahaan kami, pembangunan daerah dan untuk persahabatan diantara ke dua negara,” tutur Li Guohui.

Li Guohui juga menjelaskan pihak perusahaan akan berinvestasi pembangunan dan industri park dengan galangan kapal sebagai intinya.

“Terutama bidang usaha kami meliputi pengerukan, pembangunan jalan raya, jembatan, terowongan dan pelabuhan serta memproduksi berbagai peralatan kontruksi. Kami juga merupakan perusahaan desain dan konstruksi dalam pembangunan pelabuhan, jalan raya dan pelabuhan terbesar di dunia, selain itu juga merupakan perusahaan pengerukan, perusahaan manufaktur, container crane, dan perusahaan desain platform pengeboran minyak lepas pantai terbesar di dunia,” jelasnya.

Untuk tahap pertama, pihak PT China Communication Contsruction akan melakukan reklamasi seluas 49 hektar sebanyak 8 juta kubik dengan kedalaman alur sekira 11 meter, dengan nilai investasi sebesar US$ 55 juta.

“Kalau lancar perkiraan waktu dalam 10 bulan pengerjaan untuk reklamasi dengan memperdayakan 100 tenaga kerja dulu, setelah itu akan ada pembangunan kemaritiman industri yang integrated, nanti di sana mungkin ada pabrik-pabrik, galangan kapal dan lainnya, nanti pasti lebih banyak penduduk yang akan kami rekrut sebagai karyawan kurang lebih 10.000 karyawan yang akan kita butuhkan,” tutup Li Guohui.

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva