PT Timah Dikabarkan Akan Tetap Beroperasi

Karimun, beritakarimun.com – Pihak PT Timah dikabarkan akan tetap beroperasi di wilayah perairan DU 747 dalam waktu satu hingga dua hari ini secara bertahap, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karimun Ady Hermawan usai duduk bersama pihak nelayan dan PT Timah secara bergantian di Kantor DPRD Kabupaten Karimun, Selasa (10/12/2019) malam.

“Pihak PT Timah menyatakan tidak sanggup memenuhi permintaan para nelayan, namun pihak PT Timah mengatakan akan tetap melakukan operasi tambang timah di perairan DU 747 pada satu atau dua hari ke depan,” ungkap Ady Hermawan kepada beritakarimun.com Selasa (10/12/2019) malam.

Kata Ady, pada tahap awal PT. Timah tidak akan mengerjakan seluas 2.740 hektar, namun akan secara bertahap.

“Walaupun jumlahnya 2.740 hektar, pihak PT Timah mengatakan akan melakukan secara bertahap dengan menggunakan 3 unit kapal isap terlebih dahulu ,” ujar Ady Hermawan.

Baca Juga: PT Timah Tolak Usulan Kompensasi Nelayan

Ady menyampaikan bahwa pihak PT Timah akan menjalankan tugas sesuai izin operasi dari Pemerintah Daerah yang sudah dipegang sejak tahun 2011 hingga 2025 mendatang di wilayah DU 747, tepatnya dari daerah Pelambung hingga daerah Leho di perairan Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun Kepulauan Riau, dengan luas IUP DU 747 adalah 2740 Ha.

“Kalaupun tidak ada jalan lain, PT Timah menyampaikan akan tetap melaksanakan operasi. Terhadap masalah hukum dan segala macam mungkin PT Timah akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum,”terangnya.

Baca Juga: Nelayan Karimun Usulkan Kompensasi ke PT Timah

Namun demikian, pihak perwakilan rakyat meminta kepada pihak PT Timah agar jangan sampai terjadi suatu bentrokan apalagi memakan korban yang membuat Karimun tidak kondusif.

“Kita minta jangan sampai terjadi suatu bentrokan dengan masyarakat, kita minta agar itu bisa disosialisasikan kembali bagi masyarakat melalui KUB nelayan tersebut yang belum tersentuh,” tutup Ady.

Baca Juga: Puluhan Nelayan Karimun Hampiri Kapal Isap Timah

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pihak nelayan mengusulkan kepada pihak PT.Timah agar dapat menggantikan sarana dan prasarana yang lebih besar yaitu Pompong 3 GT full Fiber dengan mesin yang bermerek Yanmar 16 PK, lengkap dengan alat tangkap berupa jaring tenggiri 50 utas yang berukuran 3,5 inci per unit per nelayan agar nelayan bisa mencari nafkah di zona yang lebih jauh lagi.

Namun Mitra Timah hanya mampu memberikan kompensasi sebesar Rp 720.000, pihak Mitra Timah juga bertoleransi akan memberikan perolehan jumlah produksi timah yang akan dikalikan Rp 2.500 per kilogram timah yang didapatkan. Disamping itu, PT Timah akan berikan tenaga kerja , masalah bongkar muat dan segala macam lainnya.

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva