Peringati Hari Anti Korupsi 2019, Kejaksaan Negeri Karimun Hadiahkan 26 Miliar Ke Kas Negara

Karimun, beritakarimun.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun, Taufan Zakaria, memaparkan capaian kinerja Kejari Karimun dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2019 pada Hari Anti Korupsi Sedunia, Senin (9/12/2019) di ruang konferensi pers Kejaksaan Negeri Karimun.

Dalam pencapaian, Kejaksaan Negeri Karimun memberikan hadiah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ke kas negara sebesar Rp 26.058.769.212.

Penyetoran PNBP ke kas negara yang dilakukan pihak Kejaksaan merupakan suatu bentuk penyelamatan penyimpangan yang ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri Karimun sepanjang tahun 2019 dengan penanganan kasus sebanyak 218 perkara, namun baru 168 perkara yang telah diselesaikan di persidangan, sisanya masih tahap pra penuntutan.
Keberhasilan pihak kejari Karimun, kepulauan Riau (Kepri) terbilang mencapai 80 80 persen.

Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Tanjung Balai Karimun bertindak sebagai salah satu bank persepsi yang menyediakan layanan pembayaran setoran penerimaan negara.

“Pada peringatan hari anti korupsi tahun 2019 ini kita ambil momentum yang sangat berharga, ingin kita benahi bagaimana uang negara itu bisa kita jaga. Bahkan keuangan negara yang sudah bocor dan sudah tersimpangi dapat kita selamatkan dan kembalikan ke kas negara,” ungkap Kejari Karimun Taufan Zakaria kepada beritakarimun.com usai melakukan konferensi pers di Aula Kejaksaan Negeri Karimun, Senin (9/12/2019).

Kepala Kejari Karimun, Taufan Zakaria didampingi Kasintel kejari Karimun Khairur Rahman (Codet Carladiva/berita karimun)

Kajari Taufan didampingi Kasintel Khairur Rahman mengatakan, uang yang pihaknya storkan untuk negara tentu tidak lain dan tidak bukan akan dipergunakan untuk kepentingan bersama.

” Kita berupaya menyelamatkan uang yang sudah bocor atau sudah menyimpang itu tentu bertujuan untuk memberikan kontribusi kepada negara dalam bentuk uang bukan pajak, ini merupakan keberhasilan yang cukup luas, nantinya juga kan dapat digunakan dalam program dinas dalam pemerintahan seluruh,” ujar Taufan.

Sementara untuk menekankan kepada internal Kejaksaan agar jangan sampai melakukan tindak pidana korupsi, Taufan berharap internalnya selalu berkomitmen dengan apa yang sudah pernah ditandatangani pada momentum hari bakti Bhakti Adyaksa.

“Kita tidak bisa bicara tentang mengevaluasi yang dilakukan pihak lain, namun kita sendiri musti menjadi contoh terbaik karena profesi Jaksa adalah sebagai penegak hukum, saya berharap komitmen bersama mewujudkan wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani di Kejaksaan Negeri Karimun yang sudah ditandatangani oleh internal jaksa dapat direalisasikan. Jika melakukan perbuatan yang bertentangan dengan komitmen ini berarti dia sedang dalam unsur pemberatan perbuatan,” tutup Taufan.

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva