Puluhan Nelayan Karimun Hampiri Kapal Isap Timah

Karimun, beritakarimun.com – Sebanyak 30 orang nelayan hampiri 3 unit Kapal Isap Produksi (KIP) PT. Timah yang sudah parkir di perairan Desa Pongkar, Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (5/12/2019) Siang.

KIP PT Timah TBK Wilayah Operasional Kepri dan Riau diketahui sudah berada di perairan DU 747 sejak hari Rabu (4/12/2019) sekira pukul 17.00 Wib.

Hal tersebut membuat kerisauan yang mendalam untuk para nelayan Kecamatan Tebing yang menolak keras terhadap KIP Timah yang akan beroperasi di perairan DU 747 yang merupakan wilayah para nelayan untuk mencari nafkah.

Kerisauan tersebut membuat para nelayan memutuskan untuk melakukan unjuk rasa dan turun langsung ke kapal isap timah agar kapal isap Timah pergi dari perairan DU 747.

Namun sebelum turun ke laut, sekira pukul 10.00 Wib, ratusan nelayan Kecamatan Tebing mengadukan nasibnya ke gedung wakil rakyat DPRD Kabupaten Karimun.

Di Kantor Dewan mereka mendapatkan solusi dari Sekretaris Komisi III Kabupaten Karimun Abdul Manaf yang merupakan fraksi partai Nasdem.

Abdul Manaf melayangkan seuntai surat pernyataan untuk diserahkan kepada pihak PT.Timah.

Surat tersebut berisikan bahwa pihak DPRD menyatakan penolakan sementara terhadap kegiatan penambangan di daerah perairan Teluk Uma dan menyatakan kepada masyarakat nelayan Teluk Uma bahwa kapal isap PT.Timah akan segera bergeser dari daerah perairan nelayan Teluk Uma ke depan Kampung Baru Tebing.

Dalam surat tersebut juga menyatakan bahwa pihak DPRD Kabupaten Karimun akan mengundang pihak-pihak terkait untuk dengar pendapat (Hearing) untuk permasalahan tersebut yang akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 9 Desember 2019 mendatang.

Surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh Abdul Manaf dengan Nomor 450/DPRD/149.

Salah seorang nelayan bernama Jambang mengatakan alasan para nelayan langsung menuju kapal Timah yakni demi agar mereka dapat meneruskan pekerjaan sehari-hari dalam mencari nafkah untuk menghidupi keluarga.

“Kami bergerak siang ini untuk membawakan surat pernyataan dari DPRD untuk 3 kapal PT Timah TBK agar ketiga kapal tersebut menuruti isi surat pernyataan yang kami bawa, kami akan menggiring ketiga kapal tersebut hingga keluar perairan DU 747, karna apabila kapal tersebut masih diperairan DU 747 kami tidak bisa menangkap ikan karna jangkar mereka membuat kerusakan tanah yang berdampak kepada nelayan menjadi sulit untuk menjala ikan” ungkap Jambang

Puluhan nelayan bersikeras akan tetap berada di laut hingga benar-benar ketiga kapal PT Timah bernama KIP Chun Sin, KIP Citra Andalan I dan KIP Ina I bergeser keluar dari perairan DU 747.

Ke- 30 nelayan tersebut diketahui menuju lokasi dengan menggunakan 8 unit kapal nelayan.

Pertemuan Nelayan dengan perwakilan PT Timah diatas Kapal PT Timah Chun Sin berlangsung panas, tidak henti-hentinya nelayan terus bersikeras agar ketiga kapal PT Timah TBK untuk keluar dari perairan DU 747 tebing.

Selang dua jam akhirnya Pihak PT Timah yang diwakili Kepala Bidang Pengamanan Sutimin atas dasar perintah General Manager PT Timah menyanggupi keinginan para nelayan untuk keluar dari Perairan DU 747 Tebing.

Pertemuan ini diawasi langsung Perwakilan airud Polda Kepri, Polsek Tebing, Satpolairud Polres Karimun dan TNI Angkatan Laut Tbk.

Ketiga kapal isap Timah terlihat bergeser pada pukul 17.00 Wib. Kapal tersebut berpindah sementara di perairan Kampung Baru Kecamatan Tebing sampai hasil hearing yang akan dilakukan.

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva