Balita di Kelurahan Pasir Panjang Meninggal Akibat DBD

Karimun, beritakarimun.com – Akibat terserang Demam Berdarah Dengue (DBD), nyawa seorang balita, jenis kelamin laki-laki yang berusia 6 bulan, warga Sememal RT 003 RW 001, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) tak dapat tertolong.

Muhammad Syagibran yang merupakan anak pertama dari pasangan Agus Susila dan Rosita meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani pada Jum’at (22/11/2019) pagi.

Bayi yang lahir pada tanggal 4 Mei 2019 yang sering disapa Gibran itu, kini tak lagi bisa memberikan senyuman kepada kedua orang tua terlebih nenek kakek yang sangat menyayanginya.

Rosita yang merupakan ibu kandung korban terlihat sangat kehilangan anak pertama yang lahir dari rahimnya itu. Terlebih buah hatinya itu cukup lama ia dambakan, setelah setahun lebih menikah ia bersama suaminya baru dikaruniai sesosok Gibran yang amat lucu.

“Saya tidak menyangka anak saya pergi secepat ini, dia mulai demam pada hari Jum’at (15/11/2019) lalu, sekitar jam 2 malam saya bersama suami membawa Gibran berobat ke RSUD, di UGD di kasi obat penurun panas. Dokter memperbolehkan kami membawa Gibran pulang, namun dengan catatan kalau panasnya tak kunjung turun dalam waktu tiga hari ke depan, diwajibkan kembali lagi ke RSUD,” ungkap Rosita.

Rosita mengatakan, karena tiga hari kemudian panas anaknya sudah turun, ia tidak kembali ke RSUD setelah tiga hari sesuai ketentuan dokter.

“Setelah tiga hari, Alhamdulillah panas Gibran sudah turun, namun semalam pada hari Kamis (21/11/2019) pagi, Gibran panas lagi, suhunya mencapai 38 derajat, dan pagi itu juga kami langsung kembali membawa ke RSUD. Setelah diperiksa, ternyata Gibran positif terkena DBD, kata Dokter DBD nya udah cukup parah, pagi tadi dia kejang-kejang, tangan dan kakinya dingin sekali, saat buang air besar, kotoran nya pun sempat berwarna hitam, saya sangat takut, tapi semua tinggal cerita, tadi pagi dia meninggalkan kami semua,” ungkap Rosita kepada beritakarimun.com.

Dengan kejadian tersebut, pihak keluarga sangat berharap kepada pemerintah untuk dapat membantu mencarikan solusi agar tidak ada korban lainnya akibat penyakit menular yang mematikan tersebut.

“Kita berharap pemerintah daerah dapat mencarikan solusi, semoga tidak ada lagi Gibran Gibran lainnya yang menjadi korban, saya berharap di daerah kami dapat dilakukan pengasapan atau fogging sehingga nyamuk DBD dapat dibasmi, tetangga kami anaknya juga ada yang demam, sebelum banyak yang tertular kami berharap pemerintah dapat bertindak cepat,” ungkap Agus sang ayah Gibran.

Sementara itu, Bupati Karimun Dr Aunur Rafiq saat ditemui di Masjid Agung Jum’at (22/11/2019), mengaku belum mendapatkan kabar tentang DBD yang kembali memakan korban.

“Saya belum dapat kabar, nanti saya cek dengan Kadis Kesehatan, kita cari tau dulu kelemahannya di mana baru kita cari solusinya,” ungkap Bupati Rafiq.

Dengan bertambahnya korban meninggal dunia akibat DBD di Sememal, Bupati Karimun mengimbau kepada seluruh masyarakat Sememal untuk dapat memeriksa kesehatan.

“Kalau sudah positif ada korban DBD di Sememal, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Sememal untuk memeriksakan kesehatan, kalau ada yang demam segeralah diperiksa, jangan sampai ada lagi korban, perdayakanlah Puskesmas kita yang baru di Kecamatan Meral Barat. Kami akan mencari solusi setelah melakukan pengecekkan,” tutup Bupati Karimun.

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva