Nilai Ekspor Pertanian di Karimun Tahun 2019 Mencapai Rp 68,6 miliar

Karimun, beritakarimun.com – Guna mendukung dan meningkatkan ekspor dan investasi di Kabupaten Karimun, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau (Kepri) bersama Kantor Stasiun Karantina Pertanian Karimun menggelar Focus Group Discussion (FGD), di grand ballroom hotel Aston Karimun, Rabu (20/11/2019) pukul 11.00 WIB.

Sebagai perangkat ekonomi khususnya dalam Trade Facilitator dan Industrial Assistance, Karantina Pertanian dan Bea Cukai berada pada garda terdepan dalam memberikan fasilitasi perdagangan melalui berbagai upaya strategis yang mampu memberikan dukungan dalam hal ini perdagangan komoditas pertanian.

Dengan demikian, Badan Karantina Pertanian (Barantan) melalui Karantina Pertanian Tanjung Balai Karimun dan Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri dan KPPBC Tipe Madya Pabean B Tanjung Balai Karimun dalam FGD tersebut mengusung tema ‘Sinergitas untuk Peningkatan Investasi dan Ekspor’.

“Karimun, dengan potensi pertanian yang besar dan lokasi yang strategis, diharapkan selain dapat mencukupi kebutuhan pangannya juga mampu berkiprah di pasar ekspor,” ujar Kepala Karantina Pertanian Tanjung Balai Karimun, Priyadi.

Priyadi mengatakan berdasarkan data pada sistem automasi perkarantinaan IQFast di wilayah kerjanya, komoditas ekspor unggulan Kabupaten Karimun adalah bungkil kelapa yang sampai 2019 ini telah mencapai 4.743 ton dengan nilai ekspor Rp 44,9 miliar.

“Secara keseluruhan, nilai ekspor semua komoditas pertanian hingga 17 November 2019 ini telah mencapai Rp 68,6 miliar. Dengan negara tujuan ekspornya adalah Malaysia, Singapura, Filipina, Taiwan dan Hongkong. Selain bungkil kelapa, berbagai ekspor lainnya seperti sarang burung walet, madu, alpukat, air kelapa, damar, kencur, hingga kulit kayu bakau,” jelas Priyadi.

Focus Group Discussion, di Grand Ballroom Hotel Aston Karimun (berita karimun)

Menurut data, di tahun 2018 nilai ekspor pertanian TB Karimun dapat mencapai Rp 101,7 miliar. Dengan ragam komoditas yang lebih bervariasi mulai dari air kelapa, bungkil kelapa, sarang burung walet, madu, ayam bibit, akar pasak bumi, nanas, pisang, alpukat, damar, karung goni, petai, talas dan ubi jalar.

“Sementara di tahun 2018, Cina menjadi negara tujuan ekspornya dan belum muncul kembali di tahun 2019. Juga, jumlah pelaku usaha, di tahun lalu tercatat 71 eksportir, sedangkan tahun ini hanya 8 eksportir saja,” terang Priyadi.

Dengan menginventarisasi permasalahan atau hambatan yang dihadapi, melalui diskusi tersebut, Priyadi mengharapkan dapat memberikan solusi sehingga bisa menghasilkan penambahan kuantitas dan kualitas yang signifikan terhadap komoditas ekspor pertanian di Karimun serta meluasnya negara tujuan ekspor.

“Banyak komoditas ekspor yang pada tahun 2018 ada dan di tahun 2019 tidak ada lagi, contohnya nanas dan pisang tujuan Malaysia. Kami berharap dengan acara ini bisa kembali mengangkat kembali ekspor Karimun yang sempat terhenti dengan mengurai permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh petani maupun eksportir.

Menurut pantauan beritakarimun.com, Deklarasi bersama dalam mendukung ekspor dan investasi dituangkan dalam penendatanganan yang diawali oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, Kakanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto, Kepala Karantina Pertanian Tanjung Balai Karimun Priyadi, Dandim 0317 TBK Letkol Inf Denny, Danlanal TBK Letkol Laut (P) Mandri Kartono, Kapolres Karimun AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto, dan Kasintel Kejaksaan Negeri Karimun Khairur Rahman.

Usai Deklarasi, masuk ke acara diskusi yang dimoderatori oleh Kepala Karantina dan Kepala KPPBC TMP B TBK dengan narasumber yakni Kepala Bidang Informasi, Pusat KKIP Barantan, Ichwandi dan Kepala Bagian Hukum dan Humas Barantan, Karsad .

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva