Pria 26 Tahun di Karimun Nekat Cabuli Tantenya Sendiri

Karimun, beritakarimun.com – Seorang pria berinisial ST (26th), warga Sungai Lakam Timur, Kecamatan Karimun, ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karimun karena diduga mencabuli tantenya sendiri.

Menurut keterangan pihak kepolisian, kejadian tersebut terjadi pada pukul 03.00 Wib. Ketika itu korban SU (45th) yang tak lain tante dari pelaku sedang tidur di ruang tengah rumahnya dan saat itu tantenya sedang sendirian di rumah.

“Modus operandinya, sekira pukul 03.00 WIB, pelaku mendatangi rumah korban. Dimana lokasi rumah korban tidak jauh dari rumah pelaku. Pelaku masuk melalui jendela kamar anak korban yang dalam kondisi tak terkunci. Kamar tersebut juga sedang dalam keadaan kosong,” ungkap Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono.

Setelah berhasil masuk, pelaku menemukan korban sedang tertidur di ruang tengah rumah. Saat kejadian itu, korban tengah sendirian di rumah. Disana pelaku melakukan aksi bejatnya. Pelaku yang mendekati korban langsung mencekik lehernya dengan mengancam pelaku, dan menyuruh korban melepas pakaian serta memaksa untuk masuk ke kamar.

“Disana pelaku melakukan aksinya. Namun pelaku tidak sampai melakukan hubungan suami istri. Akan tetapi Ia mengatakan kepada korban untuk kembali lagi keesokan harinya,” ujar Herie.

Kasus ini terungkap setelah korban SU melaporkan peristiwa tersebut ke pihak Kepolisian.

Mendapatkan laporan adanya tindakan dugaan pemerkosaan oleh pelaku ST terhadap SU, Polisi langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa satu celana jeans panjang hitam, satu celana dalam pria, satu baju lengan pendek, satu celana kulot dan satu celana dalam perempuan.

Pria 26 Tahun di Karimun Nekat Cabuli Tantenya Sendiri
Satreskrim Polres Karimun  gelar Konferensi pers di Mapolres Karimun (berita karimun)

“Tindak pidana yang disangkakan Pasal 289 KUHP, barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, diancam karena melakukan yang menyerang kehormatan kesusilaan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun,” pungkas Herie.

Sementara itu, pelaku ST mengaku apa yang ia lakukan terhadap tantenya tersebut akibat pengaruh alkohol.

“Jam delapan itu saya ke pesta ulangtahun. Acaranya selesai jam 12. Lalu pulang numpang kawan. Diperempatan Kapling saya lompat dari motor kawan saya itu. Saya jalan kaki ke tempat minum di pujasera. Saya minum dan tidak sadarkan diri. Sampai hape saya dipegang yang jaga resto, Malam itu juga saya dipanggil orangtua dan istri saya di rumah paman saya. Saat itu saya tidak ingat apa-apa, saya juga tidak ingat kalau saya pernah mengancam akan kembali lagi keesokan harinya,” katanya.

 

 

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva