Rapat Paripurna di DPRD, Bupati Sampaikan Ranperda PDAM Tirta Karimun

Karimun, beritakarimun.com – Dalam Rapat Paripurna, Bupati Karimun Aunur Rafiq bacakan laporan revisi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun di Ruang Rapat Paripurna Balai Rong Sri, Senin (18/11/2019) Siang

Dalam rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Karimun Muhammad Yusuf Sirat, memiliki dua agenda. Agenda pertama yakni pembacaan laporan Bupati Karimun tentang revisi Rapenda tentang Perusahaan PDAM Tirta Karimun.

Agenda pertama bersifat penjelasan umum oleh Bupati Karimun terhadap Ranperda tentang PDAM dengan jumlah Anggota DPRD sebanyak 18 orang yang hadir, lebih dari separuh dan ini dinyatakan forum sehingga dapat dilanjutkan.

Usai penjelasan dari Bupati Karimun Aunur Rafiq, dilanjutkan dengan pandangan fraksi terhadap penjelasan umum Bupati Karimun secara tertulis. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan dokumen revisi Ranperda tentang Perusahaan PDAM Tirta Karimun.

“Kami dari pemerintah daerah hari ini telah menyampaikan Ranperda tentang Perusahaan Air Minum Daerah di Karimun yang akan kita revisi disesuaikan dengan PP No 54 tahun 2017,” ungkap Bupati Karimun Aunur Rafiq usai Rapat Paripurna

Kata Bupati ada beberapa Substansi yang dirubah dalam Ranperda tentang PDAM Tirta Karimun yang sudah ia bacakan.

“Ada beberapa substansi yang harus kita rubah, termasuk masalah direksi, termasuk juga badan pengawas disesuaikan dengan PP yang baru, ada perubahan-perubahan dalam pasalnya, kan ada 80 pasal, ada beberapa bap yang saya sampaikan, tetapi 80 pasal itu akan di cek kembali dengan bap nya apa pasalnya apa itu akan kita revisi,” ujar Bupati Rafiq.

Untuk laporan dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Karimun terhadap rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk disahkan sebagai gambaran Anggaran APBD Murni tahun anggaran 2020.

Namun sangat disayangkan, rapat Paripurna tersebut tidak dilanjutkan karena jumlah anggota DPRD yang hadir tidak mencapai 20 orang atau dua per tiga dari jumlah anggota secara keseluruhan.

Menurut pantauan beritakarimun.com, dalam memimpin rapat paripurna tersebut, Ketua DPRD sudah menskors rapat sebanyak 2 kali selama 5 menit, namun jumlah forum masih dengan 18 anggota dan belum juga terpenuhi sehingga pemimpin rapat memutuskan untuk menunda rapat tersebut.

“Untuk rapat paripurna dengan agenda kedua resmi kita skors, kita usahakan minimal 3 hari kedepan sudah kita Paripurnakan kembali,” ungkap Ketua DPRD Muhammad Yusuf Sirat usai rapat di Ruang Rapat Paripurna Balai Rong Sri, Senin (18/11/2019) Siang.

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva