Hari Ini, BMKG Catat 15 Gempa di Maluku Utara

Jakarta, beritakarimun.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut ada 15 gempa dengan Magnitudo (M) di atas 5 mengguncang kawasan sekitar Maluku Utara dan Sulawesi Utara hingga Jumat (15/11/2019) pukul 10.20 WIB. Namun, gempa-gempa ini tak berpotensi tsunami.

Yang terakhir adalah gempa dengan M 5 pada pukul 10.12.59 WIB. Pusatnya ada di 1,77 Lintang Utara dan 126,48 Bujur Timur, atau 132 Kilometer Barat Laut Halmahera Barat, Maluku Utara.

“Kedalaman 10 Km, tidak berpotensi tsunami,” ungkap BMKG, dalam akun Twitter-nya, Jumat (15/11/2019).

Kedua, ada gempa dengan M 5,9 pada pukul 08.17.35 WIB. Pusatnya ada laut di 1,73 Lintang Utara, 126,39 Bujur Timur, atau 140 Km Barat Laut Halmahera Barat. Kedalamannya mencapai 10 Km.

“Dirasakan (MMI) II-III di Bitung, II-III di Manado, II di Ternate, II di Minahasa Selatan, II di Tahuna,” imbuh BMKG.

Selain itu, ada gempa dengan M 5,1 pada pukul 07.39.12 WIB di 140 km Barat Laut Halmahera Barat; gempa dengan Magnitudo 5,5 pada pukul 06.17.20 WIB di laut 141 Km Timur Laut Bitung, Sulawesi Utara); gempa M 5,3 pada pukul 05.42.23 WIB di 141 Km Barat Laut Halmahera Barat.

Gempa M 5,5 pada pukul 05.34.20 WIB di laut 130 Km Timur Laut Bitung; gempa M 5,2 pukul 05.15.10 WIB di 128 Km Barat Laut Halmahera Barat; gempa M 5,3 pukul 04.37.26 WIB di Laut 128 Km Barat Laut Jailolo, Maluku Utara.

Ada pula gempa M 6,1 pukul 04.12.56 WIB di laut 139 Km Barat Laut Jailolo; gempa M 5,2, di 134 Km Timur Laut Bitung; gempa M 5,3 pukul 03.54.02 WIB, di 137 Km Barat Laut Jailolo; gempa M 5,4 pukul 03.35.07 WIB, dengan pusat gempa di laut 139 km Timur Laut Bitung.

Gempa dengan M 5,5 pada pukul 03.19.41 WIB, di 140 Km Barat Laut Halmahera Barat; gempa dengan M 5,9 pada pukul 01.45.39 WIB, dengan pusat gempa di Laut 127 km Barat Laut Jailolo; gempa M 5,0, di 128 Km Barat Laut Jailolo.

Sebelumnya, gempa bumi dengan magnitudo 7,4 terjadi di perairan dekat Jailolo, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara pada pukul 23.17 WIB dan memicu tsunami kecil. Rangkaian gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil kemudian terjadi.

Data Pusdalops BNPB pada Jumat (15/11/2019) pagi mencatat dua orang mengalami luka atas nama Delvi Peo dan Mesin Bunga. Keduanya berasal dari Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate.

Dalam keterangan tertulisnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo menyebut gempa itu membuat 6 rumah rusak ringan, di antaranya di Kelurahan Mayau 3 unit, Lekewi 2 unit, dan Bido 1 unit. Semuanya ada di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate. Selain itu ada 2 unit gereja rusak ringan di Kelurahan Bido dan Lelewi.

BPBD Halmahera Barat menyebut belum ada laporan dampak kerusakan maupun korban. Warga diberitakan sebagian sudah kembali ke rumah mereka masing-masing dan beraktivitas normal.

Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Barat Imron Loloroi mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan patroli dan pendataan terkait situasi di lapangan.

“Gempa susulan dirasakan cukup kuat,” tambah Imron melalui pesan digital pagi ini (15/11/2019).

Sementara itu, situasi Kota Bitung dalam kondisi normal. Namun masih ada masyarakat yang bertahan di tempat tinggi karena ada gempa susulan. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa. Pantauan di Kota Ternate menggambarkan bahwa aktivitas masyarakat cenderung normal.

BPBD Kota Ternate juga menginformasikan bahwa warga yang semalam menjauh dari pantai pagi ini mulai berangsur kembali ke rumah. BPBD mengimbau untuk selalu siap siaga terkait dengan gempa susulan.

Editor : Codet Carladiva