Ketua DPRD dan Kapolres Karimun Temui Anak Buta Aksara

Karimun,beritakarimun.com – Ketua DPRD Kabupaten Karimun Muhammad Yusuf Sirat bersama Kapolres Karimun AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto blusukan bersama, Rabu (6/11/2019) Siang, dikawasan Telaga Emas, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun Kabupaten Karimun Kepulauan Riau (Kepri).

Kedua pemimpin ini blusukan untuk mencari masyarakat Buta Aksara atau yang dikenal dengan sebutan buta huruf di Kabupaten Karimun.

Dalam pencariannya, Ketua DPRD dan Kapolres Karimun itu juga melibatkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun, Camat Karimun, Lurah Sungai Lakam Barat, Bhabinkamtibmas Sungai Lakam Barat, hingga Ketua RT 002 RW 002 Kelurahan Sungai Lakam Barat.

Muhammad Yusuf Sirat mengatakan bahwa blusukan bersama Kapolres Karimun tersebut, berawal dari postingan salah seorang masyarakat yang menyatakan bahwa di lokasi pasar Telaga Mas lama ada proses belajar mengajar terhadap anak-anak yang tidak bersekolah karena faktor ekonomi orang tuanya.

“Kita mendapatkan informasi bahwa disini ada proses belajar mengajar non formal, dari foto yang kita lihat memang banyak jumlah anaknya, tak mungkin setelah melihat gambar itu kita diam. Hari ini kami menindak lanjuti, dan kebetulan Kapolres bersedia untuk ikut bersama kita,” ujar Yusuf Sirat.

Ketua DPRD itu mengatakan permasalahan pendidikan anak sangat penting, anak-anak wajib didukung untuk mendapatkan pendidikan.

“Kami menanggapi bahwa ini sebuah proses yang harus kita tangani. Yang penting bagi kita saat ini bukan persoalan status kependudukan orang tuanya, bukan status administrasi kependudukannya, tapi status anak-anak yang wajib mendapatkan pendidikan. Siapa pun dia itu, dia adalah warga Negara Republik Indonesia. Siapapun mereka, pemerintah dalam hal ini punya hak dan kewajiban untuk menyelesaikan hak-hak pendidikan itu,” ujar Yusuf Sirat.

Dari pantauan kami di lapangan, terlihat begitu banyaknya warga yang menumpang berteduh hidup, di ruko pasar tersebut.

Ramainya warga yang tinggal di ruko pasar itu diketahui berasal dari luar karimun yang tidak memiliki surat pindah dari daerah asal, Akibatnya tidak bisa membuat status kependudukan, Sehingga anak-anak mereka terkendala untuk mengikuti sekolah formal.

“Kita temui sebuah Yayasan sosial Kasih Surya Indonesia (YASKI) yang ternyata sudah hampir 3 tahun membantu anak-anak kita untuk belajar, menurut mereka masih banyak anak-anak bahkan orang tua dari masyarakat kita yang masih harus dibimbing dengan cara hidup sehat. Kita sangat berterimakasih pihak yayasan mau ikut peduli, sebelumnya kita tidak mengetahui hal ini, padahal lokasinya berada di tengah kota,” tutur Yusuf Sirat.

Dengan mendapat penjelasan dari pihak yayasan yang berjiwa sosial demi kepentingan anak-anak setempat, membuat Ketua DPRD Kabupaten Karimun bersikeras untuk menyelesaikan permasalahan yang menurutnya sangat penting bagi masyarakat. Dalam yayasan tersebut ternyata terdapat 100 siswa yang dibimbing dalam sekolah non formal itu.

“Apapun alasannya kami berupaya semaksimal mungkin menampung ini dan mecari solusinya dan kami tidak berjanji besok tuntas, karna banyak pihak yang harus kita libatkan dalam memecahkan persoalan ini. Dinas sosial, Pendidikan, Camat, Lurah, Pengelola bangunan kita akan melakukan pertemuan dulu. Kita cari jalannya bagaimana mereka bisa sekolah formal, karena pemerintah sudah menjamin anak-anak wajib sekolah 9 tahun SD dan SMP dan itu tidak kita pungut biaya,” tutup Yusuf Sirat.

Reporter : Nichita Bella
Editor : Codet Carladiva