Gara-gara Tak Dengar Nasehat, Seorang Ayah di Sungai Lakam Timur Aniaya Anak Tirinya

Karimun,beritakarimun.com – Satuan Reserse Kriminal Polres Karimun mengamankan seorang pria bernama Didi Kurniawan alias Along yang tega memukul anak tirinya AB yang masih tergolong anak di bawah umur, pada hari Minggu 3 November 2019.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Karimun, AKP Herie Pramono saat menggelar Konferensi Pers di Mapolres Karimun, Senin 4 November 2019 mengatakan peristiwa pemukulan yang dilakukan Along terhadap anak tirinya yakni di rumahnya di Jalan Telaga Baru, RT 05 RW 04 Kelurahan Sei Lakam Timur, Kecamatan Karimun.

“Pelaku diketahui memukul anak tirinya sebanyak 2 kali di bagian pelipis mata sebelah kiri dan dada sebelah kiri menggunakan tangan kirinya. Kejadian ini terungkap karena abang kandung korban melapor ke Polres Karimun terkait pemukulan yang dialami adik kandungnya itu,” ungkap Herie.

Begitu menerima informasi, pihaknya kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan.

“Kejadian pemukulan itu sekitar pukul 12.30 WIB. Begitu tahu adiknya dipukul oleh ayah tirinya, maka abang kandung korban langsung mendatangi Mapolres untuk membuat laporan polisi dengan no: LP-A/82/XI/Kepri/Reskrim-Res/Karimun tanggal 2 November 2019. Kemudian, pelaku ditangkap hari itu juga sekitar pukul 17.00 WIB,” jelas Herie.

Herie menjelaskan bahwa si pelaku mengaku telah menasehati korban, namun tidak didengar oleh korban sehingga membuat pelaku emosi dan memukuli korban.

“Kata pelaku, ia menasehati anak tirinya, namun anak tirinya tak mau dengar, karena emosi pelaku langsung memukuli anak tirinya hingga luka,” Ujar Herie.

Herie menyebut, barang bukti adalah hasil visum et revertum dari RSUD M Sani, kemudian polisi juga menyita satu buah baju lengan pendek warna biru dan celana panjang warna coklat.

“Pasal yang disangkakan adalah pasal 44 ayat 1 UU no 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun. Kemudian, pasal 80 junto 76c UU no 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman penjara paling lama 3 tahun 6 bulan atau denda paling banyak Rp72 juta,” tutup Herie.

Reporter : Nichita Bella
Editor : Codet Carladiva