Satreskrim Polres Karimun Ungkap Perdagangan Manusia, Germo Pendek Tidak Tahu IR di Bawah Umur

Karimun, beritakarimun.com – Mempekerjakan IR (16th) sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK), Muliaman Alias Pendek, germo di Villa No.9 Perumahan Villa Kavling, kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, diamankan jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Karimun, Sabtu 2 November 2019 pukul 14.00 WIB.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Karimun, AKP Herie Pramono dalam Konferensi pers yang digelar, Senin (4/10/2019) di Mapolres Karimun menjelaskan kronologi tertangkapnya pelaku yang mempekerjakan anak di bawah umur.

“Pada hari sabtu tanggal 2 November 2019 sekira pukul 14.00 Wib unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) dan untuk Opsnal Satreskrim Polres Karimun melakukan pengecekan di Villa Garden Nomor 9. Kita temukan satu orang anak dibawah umur yang dipekerjakan selaku PSK sejak bulan Agustus 2019 hingga sekarang,” ujar AKP Herie.

Dari tempat pelaku yang berusia 58 tahun itu, pihaknya kepolisian berhasil mengamankan beberapa barang bukti.

“Kita mengamankan barang bukti berupa dua buah buku tamu bokingan, uang hasil boking sebesar 1 juta rupiah, serta 30 bungkus kondom merk Sutra,” ungkapnya.

Baca Juga: Satreskrim Polres Karimun Ungkap Perdagangan Manusia di Villa Kavling

Pelaku Muliaman Alias Pendek mengaku tidak mengetahui jika korban IR adalah anak dibawah umur.

Pelaku Muliaman Alias Pendek diperiksa di Mapolres Karimun
(Nichita/berita karimun)

“Saya tidak tahu kalau dia (korban IR) masih di bawah umur, saya tahunya dia lahir tahun 2000. Saya tidak pernah memaksa untuk dia bekerja, dia yang datang sendiri ke sini dan mau bekerja sebagai PSK. Saya juga kasi tahu kalau dia kerjanya untuk melayani tamu yang datang dari Malaysia atau Singapura,” Ujar Muliaman.

Dalam pengakuan Muliaman, korban IR sudah melayani kurang lebih 20 orang tamu yang datang di villa miliknya.

“Kurang lebih ada 20 tamu lah, dia kerja sama saya sejak Agustus 2019, kebetulan saya juga baru mulai usaha ini untuk memenuhi kebutuhan hidup,” jelasnya.

Akibat dari perbuatannya, pelaku berhadapan dengan hukum tindak pidana dan pasal yang disangkakan yakni pasal 2 ayat (1) Uu RI nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun atau pidana denda paling sedikit Rp 120.000.000 dan paling banyak Rp 600.000.0000. Serta pasal 88 Jo pasal 76i UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 thun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 200.000.000.

Reporter : Nichita Bella
Editor : Codet Carladiva