Miris, Ini Alasan IR Jadi PSK di Villa Kavling Karimun

Karimun, beritakarimun.com – Korban perdagangan manusia dibawah umur yang berinisial IR (16th) mengaku sebelum bekerja menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) di Tanjung Balai Karimun sempat menikah dengan lelaki di kampung halamannya Kabupaten Sukabumi.

IR mengaku menjadi PSK atas tawaran yang diberikan oleh temannya namun tidak diketahui oleh orang tuannya.

“Saya ditawari temen saya di Kampung, dia bilang di Karimun ada kerjaan sebagai PSK, jadi saya mau karena demi menghidupi anak perempuan saya yang masih berusia 2 tahun. Saya pernah nikah di usia 14 tahun, lalu bercerai karena tidak dinafkahi. Tapi orang tua saya taunya saya disini (Tanjung Balai Karimun) kerja sebagai pembantu rumah tangga,”ungkap IR, kepada beritakarimun.com, Senin (4/10/2019).

Sambil mengusap air mata, IR menceritakan jika ia menyesal telah bekerja sebagai pelayan pemuas nafsu para lelaki belang. Sempat terpikir olehnya untuk pulang kampung namun terkendala akibat tidak memiliki uang.

Baca Juga: Satreskrim Polres Karimun Ungkap Perdagangan Manusia, Germo Pendek Tidak Tahu IR di Bawah Umur

“Saya sangat menyesal bekerja seperti ini, saya sempat ingin pulang tapi belum ada uang, rencananya memang 2 minggu lagi saya mau pulang,” jelas IR.

IR juga menceritakan kepada beritakarimun.com hasil bekerja sebagai PSK tersebut di bagi dua dengan pemilik villa kavling no 9 tersebut.

“Untuk melayani tamu, saya hanya dibayar Rp 1.100.000, itupun saya cuma dapat Rp 500.000 karena dibagi dua sama papi (Germo), papi Rp 500.000 dan yang Rp 100.000 untuk bayar taksi. Dalam satu hari saya harus melayani satu tamu. Saya sangat menyesal bisa sampai ke sini,” ungkap IR sambil terisak nangis.

Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Karimun berhasil mengungkap tindak pidana perdagangan manusia dibawah umur di Perumahan Villa Kavling, RT.02 RW.02 Nomor 9, Kelurahan Kavling , Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).

Satreskrim Polres Karimun Ungkap Perdagangan Manusia, Germo Pendek Tidak Tahu IR di Bawah Umur
Kasatreskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono bersama jajarannya menunjukan barang bukti Perdagangan Manusia di Villa Kavling (Nichita/berita karimun)

Baca Juga: Satreskrim Polres Karimun Ungkap Perdagangan Manusia di Villa Kavling

Dalam perkara tersebut, tindak pidana dan pasal yang disangkakan yakni pasal 2 ayat (1) Uu RI nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun atau pidana denda paling sedikit Rp 120.000.000 dan paling banyak Rp 600.000.0000. Serta pasal 88 Jo pasal 76i UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 thun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 200.000.000.

Reporter : Nichita Bella
Editor : Codet Carladiva