Rakornas PKBSI Digelar di Safari Lagoi Bintan

Bintan, beritakarimun.com – Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) yang merupakan wadah berhimpunnya lembaga konservasi yang bergerak di bidang konservasi tumbuhan atau satwa liar menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tahun 2019 di kawasan Safari Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) Kamis (1/11/2019).

Dalam Rakornas tersebut, ada 50 lembaga konservasi satwa, pengelola kebun binatang dan pengelola safari se-Indonesia berkumpul dengan jumlah peserta sebanyak kurang lebih 120 orang.

Ketua Umum PKBSI, Rahmat Shah menyampaikan dipilihnya kawasan safari Lagoi sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakornas PKBSI tahun 2019 agar para anggota bisa melihat langsung salah satu kawasan konserfasi satwa yakni taman safari yang menjadi satu-satunya di Kepri, yang memiliki koleksi hewan satwa endemik indonesia yang terbilang lengkap dan baru.

“Banyak peserta yang baru kali ini ke Kepri dan ke Bintan, kesan para peserta, tempatnya bagus yang merupakan salah satu kawasan wisata yang sudah cukup terkenal, dan masyarakatnya ramah dan santun. Pengelolaan kawasan safari lagoi juga cukup bagus untuk menjaga kelestarian satwa khsusnya satwa endemik Indoenesia. Sehingga kesempatan ini sangat cocok menjadi wadah bertukar pengalaman dalam pengelolaan lembaga konservasi, karena lembaga konservasi merupakan benteng terakhir pelestarian satwa langka khususnya endemik indonesia,” ujar Rahmat.

Sekjen PKBSI, Toni Sumampau menambahkan Rakornas yang digelar ini juga diharapkan mampu menjawab berbagai permasalahan dan kendala dalam pemgelolaan lembaga konservasi satwa, kebun binatang dam taman safari, agar bisa menjalin kemitraan dan lembaga terkait agar bisa memangkas panjangnya birokrasi dalam pengurusan izin, pengelolaan lembaga safari seperti pemindahan hewan satwa atau tukar menukar hewan satwa.

“Ini sesuai dengan program pemerintah Joko Widodo, sehingga proses birokrasi tidak lagi lama. Terkadang jarak pemindahan hanya satu jam, namun proses perijinan bisa berbulan-bulan,” ujarnya.

Menurutnya, Lembaga konservasi hewan satwa bukan hanya sekedar tempat rekreasi tetapi berfungsi juga sebagai tempat penitipan hewan satwa langka endik indonesia dan juga tempat penitipan hewan milik pemerintah, atau pun hewan yang tertangkap yang memasuki desa atau kawasan pemukiman atau hewan yang hilang habitatnya sehingga kelestarian hewan satwa tetap terjaga dan tidak sampai punah.

Reporter: Vicky Anugrah
Editor : Codet Carladiva