Investor Asal Singapura Tinjauan Lokasi Pulau Asam

Karimun, beritakarimun.com – PT Karimun Storage Terminal berencana akan membangun terminal penyimpanan minyak bumi dan gas alam atau Liquefied Natural Gas (LNG) di Pulau Asam Kabupaten Karimun, hal tersebut dikuatkan dengan peninjauan yang dilakukan para investor dari negara Singapura, Kamis 31 Oktober 2019.

General Manager PT. Karimun Storage Terminal, Muhammad Nurhidayat Bin Nurdin B.Com M. Sc mengatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan terhadap lokasi yang nantinya akan dibangun terminal minyak bumi dan gas alam.

“Hari ini kita bersama bapak Leong Kwai Hin yang merupakan direktur utama PT. Karimun Storage Terminal melakukan peninjauan lokasi di Pulau Asam bersama investor dari Singapura yakni Ha Van Quan dan Walter Wee,” ujar General Manager PT. Karimun Storage Terminal, Nurhidayat kepada beritakarimun.com, Kamis (31/10/19).

Direktur utama PT. Karimun Storage Terminal Leong Kwai Hin didampingi Muhammad Nurhidayat bersalaman dengan dua Investor asal Singapura di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap Kabupaten Karimun
(Codet Carladiva/berita karimun)

Lokasi pulau Asam, kata Nurhidayat memang sangat cocok untuk para investor membangun terminal penyimpanan minyak bumi dan gas alam atau Liquefied Natural Gas (LNG).

“Menurut hasil peninjauan kami dengan para investor tadi pagi, lokasi tersebut memang sangat layak untuk dijadikan tempat penyimpanan minyak bumi dan gas alam. Yang menarik untuk kapal-kapal yang akan masuk itu airnya dalam. Keluar masuk kapal sangat bagus, dan pada saat kapal kita keluar langsung ketemu selat Malaka, jadi itu memang betul-betul strategis, sangat berpeluang,” ungkap Nurhidayat.

Nurhidayat mengatakan, pihaknya akan membangun storage terminal minyak sekitar 1,3 juta kubik dan 3 unit penyimpanan gas LNG.

“Rencananya kita akan membangun storage terminal minyak sekitar 1,3 juta kubik dan lainnya penyimpanan gas LNG 3 unit, insyaAllah sampai 5 tahun pengerjaannya,” ujarnya.

Namun untuk pengerjaan, pihak PT. Karimun Storage Terminal masih menunggu pelepasan kawasan Pulau Asam yang telah diusulkan menjadi KEK sejak tahun 2016 silam. Status KEK masih terganjal status hutan produksi dan hutan produksi konversi di lokasi tersebut. Proses peralihan hutan di Pulau Asam ini rampung 17 September 2018 silam.

General Manager PT. Karimun Storage Terminal, Muhammad Nurhidayat Bin Nurdin B.Com M. Sc bersama Direktur utama PT. Karimun Storage Terminal Leong Kwai Hin di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap Kabupaten Karimun
(Codet Carladiva/berita karimun)

“Saat ini kita masih menunggu pelepasan kawasan, lahannya masih status hutan produksi terbatas dan hutan produksi konversi, mungkin dalam waktu dekat akan dibebaskan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Setelah dibebaskan rencananya kita akan mulai pada awal tahun 2020 mendatang,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim mengharapkan pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Pulau Asam, Kabupaten Karimun mampu menciptakan pusat ekonomi baru.

“Kita sangat mendukung adanya investor yang akan berinvestasi di daerah kita, kita berharap pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Pulau Asam, Kabupaten Karimun mampu menciptakan pusat ekonomi baru,” jelas Anwar Hasyim kepada beritakarimun.com.

Total investasi yang disiapkan untuk pengembangan 350 hektare lahan di Pulau Asam diketahui tidak sedikit. Proyek pengembangan dibagi menjadi tiga bagian besar. Meliputi pengembangan tanah, pembangunan infrastruktur seperti terminal dan dermaga, persiapan manajemen dan pembangunan tangki minyak.

Reporter : Nichita Bella
Editor : Codet Carladiva